PT Bukit Asam Raih Laba Bersih Rp2,65 Triliun pada Semester I 2026
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja keuangan yang sangat kuat pada paruh pertama 2026. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,65 triliun, melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendorong Pertumbuhan Pendapatan
Kenaikan pendapatan PTBA terutama didorong oleh penguatan harga jual batu bara yang mengikuti tren indeks acuan global. Newcastle Index tercatat naik 25 persen, sementara ICI-3 menguat 15 persen secara tahunan.
Komposisi penjualan hingga akhir Juni 2026 masih didominasi pasar domestik sebesar 51 persen, dengan ekspor menyumbang 49 persen. Negara tujuan ekspor terbesar meliputi Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.
Aspek Operasional: Produksi Turun, Ekspor Naik
Di sisi operasional, PTBA mencatat beberapa dinamika penting:
Produksi batu bara: 19,45 juta ton, turun 10 persen dari 21,73 juta ton pada Semester I 2025.
Volume angkutan batu bara: Turun dari 19,27 juta ton menjadi 18,15 juta ton.
Penjualan ekspor: Naik 5 persen menjadi 10,33 juta ton.
Penjualan domestik: Terkoreksi 9 persen menjadi 10,77 juta ton.
Meski produksi total menurun, PTBA mengalami pemulihan operasional yang signifikan pada kuartal II 2026. Produksi pada kuartal kedua melonjak 94 persen dan penjualan naik 8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan harga jual rata-rata tumbuh 14 persen.
Efisiensi Biaya di Tengah Tekanan BBM
Kinerja positif PTBA diraih di tengah tekanan biaya operasional yang cukup berat. Harga bahan bakar melonjak 34 persen menjadi Rp19.503 per liter per 30 Juni 2026.
Meski demikian, perusahaan berhasil menerapkan efisiensi dan disiplin operasional sehingga beban pokok pendapatan justru turun 2 persen menjadi Rp17,78 triliun.
Posisi Kas dan Arus Kas Menguat
Kinerja keuangan PTBA juga diperkuat oleh perbaikan signifikan pada posisi likuiditas:
Arus kas bersih dari aktivitas operasi: Naik 108 persen menjadi Rp4,63 triliun dari Rp2,22 triliun.
Kas dan setara kas: Meningkat 52 persen menjadi Rp6,88 triliun.
Pinjaman bank: Berhasil dipangkas 25 persen menjadi Rp2,42 triliun.
Realisasi dan Target Belanja Modal 2026
Hingga pertengahan tahun 2026, PTBA telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp1,09 triliun atau sekitar 30 persen dari target tahunan sebesar Rp3,64 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan angkutan relasi Tanjung Enim–Kramasan.
Untuk sisa tahun 2026, perseroan menargetkan:
Produksi batu bara: 49,55 juta ton
Penjualan batu bara: 49,51 juta ton
Capaian laba bersih Rp2,65 triliun pada Semester I 2026 menunjukkan ketahanan bisnis PTBA di tengah volatilitas harga komoditas dan tekanan biaya operasional. Pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan harga jual, serta program efisiensi menjadi kunci utama di balik kinerja positif emiten batu bara ini.

