Saham Big Banks Kompak Naik di Penutupan Senin, 14 September 2026: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI Menguat
Saham perbankan besar (big banks) kompak mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Senin, 14 September 2026. BBRI, BBCA, BMRI, hingga BBNI semuanya berakhir di zona hijau, didorong sentimen positif kabar reshuffle kabinet.
Pergerakan Harga Saham Big Banks
| (Foto Saham BBRI dari Google Finansial) |
Sentimen Positif dari Kabar Reshuffle Kabinet
Penguatan saham perbankan besar ini terjadi di tengah mencuatnya isu perombakan (reshuffle) kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah menteri dan wakil menteri dilaporkan telah merapat ke Istana Negara pada Senin sore, termasuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang kemudian dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sentimen positif dari kabar reshuffle ini mendorong investor kembali optimistis terhadap prospek sektor perbankan, terutama emiten berkapitalisasi besar yang menjadi tulang punggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Konteks Pasar Hari Ini
Sebelumnya, IHSG sempat tertekan pada sesi I dengan penurunan sekitar 1,7% ke level 6.429,88, terutama karena tekanan pada saham tambang dan aksi jual investor asing. Namun, pada sesi II, indeks berhasil memangkas sebagian besar koreksi setelah muncul kabar reshuffle kabinet, dengan IHSG turun tipis 1,16% atau 76 poin ke level sekitar 6.465 pada pukul 15.20 WIB.
Di sisi lain, investor asing sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan posisi net sell sekitar Rp71,41 triliun, dengan BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi beberapa saham yang paling banyak dilepas. Namun, pada sepekan terakhir hingga 7 September 2026, investor asing justru mencatat net buy sekitar Rp1,6 triliun dengan konsentrasi pembelian pada big banks: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.
Penutup
Penguatan kompak saham big banks pada penutupan Senin ini menunjukkan bahwa sentimen politik domestik, khususnya reshuffle kabinet, masih mampu menjadi katalis jangka pendek bagi pergerakan harga saham perbankan. Ke depan, pasar akan mencermati kebijakan fiskal dan moneter di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, serta dampaknya terhadap kinerja emiten bank besar.

