Saham Big Banks Kompak Naik di Penutupan Senin, 14 September 2026: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI Menguat

Saham Big Banks Kompak Naik di Penutupan Senin, 14 September 2026: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI Menguat

Saham perbankan besar (big banks) kompak mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Senin, 14 September 2026. BBRI, BBCA, BMRI, hingga BBNI semuanya berakhir di zona hijau, didorong sentimen positif kabar reshuffle kabinet.

Pergerakan Harga Saham Big Banks

Saham Big Banks Kompak Naik di Penutupan Senin, 14 September 2026: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI Menguat
(Foto Saham BBRI dari Google Finansial)
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia per pukul 15.20 WIB, berikut pergerakan harga saham bank jumbo pada Senin (14/9/2026):

BBRI (Bank Rakyat Indonesia): Rp3.340, naik 70 poin atau +2,14%. Secara year to date (YTD), saham ini masih turun 8,24%.

BBCA (Bank Central Asia): Rp6.400, naik 75 poin atau +1,19%. Saham ini sebelumnya terkoreksi 20,25% secara YTD.

BMRI (Bank Mandiri): Rp4.390, naik 30 poin atau +0,69%. Secara YTD, BMRI masih mencatatkan penurunan 13,50%.

BBTN (Bank Tabungan Negara): Rp1.195, naik 20 poin atau +1,70%. Berbeda dengan bank jumbo lain, BBTN masih membukukan kenaikan 3,02% secara YTD.

BRIS (Bank Syariah Indonesia): Rp1.725, naik tipis 5 poin atau +0,29%, meski secara YTD masih turun 20,14%.

Sentimen Positif dari Kabar Reshuffle Kabinet

Penguatan saham perbankan besar ini terjadi di tengah mencuatnya isu perombakan (reshuffle) kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah menteri dan wakil menteri dilaporkan telah merapat ke Istana Negara pada Senin sore, termasuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang kemudian dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sentimen positif dari kabar reshuffle ini mendorong investor kembali optimistis terhadap prospek sektor perbankan, terutama emiten berkapitalisasi besar yang menjadi tulang punggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Konteks Pasar Hari Ini

Sebelumnya, IHSG sempat tertekan pada sesi I dengan penurunan sekitar 1,7% ke level 6.429,88, terutama karena tekanan pada saham tambang dan aksi jual investor asing. Namun, pada sesi II, indeks berhasil memangkas sebagian besar koreksi setelah muncul kabar reshuffle kabinet, dengan IHSG turun tipis 1,16% atau 76 poin ke level sekitar 6.465 pada pukul 15.20 WIB.

Di sisi lain, investor asing sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan posisi net sell sekitar Rp71,41 triliun, dengan BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi beberapa saham yang paling banyak dilepas. Namun, pada sepekan terakhir hingga 7 September 2026, investor asing justru mencatat net buy sekitar Rp1,6 triliun dengan konsentrasi pembelian pada big banks: BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Penutup

Penguatan kompak saham big banks pada penutupan Senin ini menunjukkan bahwa sentimen politik domestik, khususnya reshuffle kabinet, masih mampu menjadi katalis jangka pendek bagi pergerakan harga saham perbankan. Ke depan, pasar akan mencermati kebijakan fiskal dan moneter di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, serta dampaknya terhadap kinerja emiten bank besar.

 

Next Post Previous Post