Tekanan Jual Melanda, Harga Bitcoin Kembali Turun di Level US$84.000-an

Tekanan Jual Melanda, Harga Bitcoin Kembali Turun di Level US$84.000-an

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026) pagi. Aset kripto terbesar di dunia itu turun ke level US$84.000-an setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan menuju US$87.000.

Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC diperdagangkan di kisaran US$84.405 per koin, turun sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Dengan kurs rupiah saat ini (Rp17.863/USD), harga tersebut setara dengan sekitar Rp1,5 miliar per Bitcoin.

Pasar Kripto Tertekan, Kapitalisasi Global Susut

Tekanan Jual Melanda, Harga Bitcoin Kembali Turun di Level US$84.000-an
(Foto Harga Bitcoin dari TradingView)
Koreksi Bitcoin turut menyeret turun pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global anjlok 2,21% menjadi US$2,87 triliun, menyusut sekitar US$65 miliar dalam sehari.

Indeks CoinDesk 20 yang melacak 20 aset kripto terbesar juga terpukul, turun 2,39%. Ethereum (ETH) kehilangan 2,52% ke level US$2.681, sementara Binance Coin (BNB) turun 2,84% ke US$765.

Tiga Faktor Pemicu Penurunan

Analis mengidentifikasi setidaknya tiga faktor utama yang mendorong pelemahan harga Bitcoin kali ini:

1. Gagal Tembus Resistance US$87.000

Bitcoin dua kali mencoba menembus level psikologis US$87.000 sebelum akhirnya berbalik turun. Kegagalan ini memicu aksi ambil untung dari trader yang sudah masuk di level lebih rendah.

2. Likuidasi Posisi Long Besar-besaran

Koreksi harga memicu likuidasi posisi long Bitcoin senilai sekitar US$280 juta hanya dalam empat jam. Trader yang menggunakan leverage terpaksa menutup posisi mereka, memperbesar tekanan jual di pasar.

3. Permintaan Spot Masih Lemah

Data on-chain menunjukkan permintaan spot Bitcoin masih negatif dalam 30 hari terakhir. Artinya, pembelian langsung oleh investor institusi dan ritel belum cukup kuat untuk menopang harga di level tinggi.

Level Support Kunci: US$82.000

Para analis menyoroti level US$82.000 sebagai area support penting yang perlu dipertahankan Bitcoin. Jika level ini tembus, tekanan jual bisa berlanjut dan menguji support lebih rendah.

Sebaliknya, jika BTC berhasil rebound dan menembus kembali US$87.000, peluang untuk menguji level resistance berikutnya di kisaran US$90.000 masih terbuka.

Outlook Jangka Pendek

Dengan permintaan spot yang masih negatif dan likuidasi besar-besaran yang baru terjadi, pasar kripto diperkirakan akan tetap volatil dalam beberapa hari ke depan. Investor disarankan untuk memantau level-level kunci dan menghindari penggunaan leverage berlebihan di tengah ketidakpastian ini.

Next Post Previous Post