Telkom Daur Ulang Limbah Kartu SIM Jadi Paving Block dan Tempat Sampah

Telkom Daur Ulang Limbah Kartu SIM Jadi Paving Block dan Tempat Sampah

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah kartu SIM menjadi produk berguna seperti paving block, tempat sampah, dan phone holder. Langkah ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan TelkomGroup melalui program GoZero% yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan operasional perusahaan.

Program GoZero% dan Pilar Save Our Planet

TelkomGroup menjalankan agenda environmental, social, and governance (ESG) bernama GoZero% dengan tiga pilar utama: Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business. Pilar Save Our Planet diarahkan untuk mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital yang lebih ramah lingkungan.

Dalam konteks ini, TelkomGroup menetapkan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1 dan Scope 2 sebesar 20% pada 2030 dibandingkan tahun dasar 2023. Perusahaan juga menargetkan lebih dari 50% data center menggunakan energi terbarukan pada 2040.

Daur Ulang Kartu SIM: Dari Limbah Jadi Produk Berguna

Vice President Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menjelaskan bahwa salah satu pendekatan ekonomi sirkular yang dikembangkan Telkomsel adalah pengelolaan material plastik dari kemasan kartu perdana dan cangkang SIM card. Material limbah tersebut dikumpulkan dari berbagai mitra outlet serta penyedia lainnya sebelum masuk ke proses daur ulang.

Hingga saat ini, Telkomsel mencatat sebanyak 670 kg limbah kartu SIM telah berhasil diolah menjadi:

75.000 paving block

10.000 tempat sampah

45.000 phone holder

"Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital," ujar Gunawan Wasisto Ciptaning Andri.

Pentingnya Ekonomi Sirkular di Era Ekspansi Digital

Penerapan praktik berkelanjutan ini dinilai makin krusial di tengah pesatnya ekspansi bisnis dan layanan digital. Kebutuhan terhadap perangkat pendukung dan infrastruktur yang terus melonjak menuntut pengelolaan sumber daya secara terukur.

TelkomGroup menempatkan optimalisasi penggunaan sumber daya sebagai salah satu bagian dari upaya menuju ekonomi rendah karbon. Strategi ini berjalan beriringan dengan pengelolaan emisi dan peningkatan efisiensi energi.

Langkah Telkom ini juga sejalan dengan pengakuan eksternal, di mana perusahaan baru saja meraih penghargaan Achievement in Waste Management & Recycling dalam Investortrust CSR Awards 2026 atas keberhasilannya fokus pada pengelolaan sampah.

 

Next Post Previous Post