Danantara, VKTR, dan BNBR Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Komersial
Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam transisi energi nasional, khususnya pada sektor transportasi komersial berbasis listrik.
Fokus Kerja Sama: Mobility as a Service (MaaS)
Sinergi tiga entitas ini berfokus pada percepatan adopsi bus dan truk listrik di berbagai wilayah melalui skema Mobility as a Service (MaaS). Skema terintegrasi tersebut dirancang untuk:
Menurunkan hambatan adopsi kendaraan listrik bagi operator armada
Memperluas akses pembiayaan untuk pembelian atau sewa armada listrik
Mempermudah transisi para operator dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik
Model MaaS ini diharapkan dapat mendorong penggunaan bus dan truk listrik secara masif, termasuk oleh operator transportasi publik di berbagai daerah.
Nilai Investasi dan Skema Pendanaan
Dalam dokumen indicative non-binding term sheet yang ditandatangani pada 28 Agustus 2026, Danantara membuka potensi pendanaan hingga Rp2 triliun untuk VKTR. Dana tersebut direncanakan untuk:
Pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik
Ekspansi kegiatan usaha mobility-as-a-service (e-MaaS)
Tujuan lain yang akan disepakati dalam dokumen definitif
Pendanaan ini memiliki hak opsi konversi, artinya dapat dikonversi menjadi kepemilikan saham di kemudian hari sesuai kesepakatan para pihak.
Dampak Strategis bagi Industri Nasional
Selain menurunkan emisi karbon, kerja sama ini bertujuan memperkuat industri dalam negeri dengan beberapa dampak strategis:
Memacu hilirisasi mineral kritikal seperti nikel untuk rantai pasok baterai nasional
Meningkatkan efisiensi biaya operasional sektor transportasi komersial dan logistik
Mendukung prioritas pemerintah dalam transisi energi jangka panjang
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa investasi pada mobilitas komersial berbasis listrik merupakan langkah transisi energi yang dapat membawa dampak positif bagi percepatan adopsi kendaraan listrik nasional.
Tahapan Selanjutnya
Proses kesepakatan awal ini akan ditindaklanjuti melalui tahap lanjutan sebelum realisasi investasi dilakukan secara penuh. "Kesepakatan awal ini akan dilanjutkan dengan proses uji tuntas secara komprehensif untuk memastikan nilai komersial transaksi serta kontribusi positifnya bagi perekonomian nasional," kata Pandu Sjahrir.
Realisasi potensi investasi strategis antarlembaga ini nantinya akan tunduk pada penyusunan perjanjian definitif antarpihak.
Respons Pihak VKTR dan BNBR
Pihak pengembang kendaraan listrik menyambut baik dukungan investasi ini untuk membawa perusahaan ke fase pertumbuhan berikutnya. "Sinergi ini diharapkan mampu menyatukan berbagai kekuatan industri demi mewujudkan solusi mobilitas listrik yang mandiri dan berkelanjutan di tanah air," ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.

