Tembus 86.000 Dollar AS, Bitcoin Didorong Likuidasi Short dan Arus Masuk ETF
Harga Bitcoin (BTC) menembus level 86.000 dollar AS pada Selasa (22/9/2026) waktu setempat, mendekati level psikologis 90.000 dollar AS.
Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam delapan bulan setelah Bitcoin berhasil menembus area 82.000 dollar AS yang sebelumnya menjadi penghalang kenaikan harga.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin
1. Likuidasi Posisi Short (Short Squeeze)
Sekitar 750 juta dollar AS posisi derivatif kripto bearish dilikuidasi ketika Bitcoin melewati level 82.000 dollar AS, berdasarkan data CoinGlass. Likuidasi posisi short ini memaksa bursa untuk mengeksekusi pembelian guna menutup posisi tersebut, sehingga menambah dorongan terhadap kenaikan harga.
"Bitcoin naik 5 persen pagi ini akibat likuidasi kontrak perpetual futures posisi short," kata Kepala Riset Kripto Schwab, Jim Ferraioli kepada CoinDesk.
2. Peningkatan Open Interest Derivatif
Setelah Bitcoin menembus level 82.000 dollar AS, nilai open interest atau total posisi derivatif yang masih terbuka meningkat sekitar 2 miliar dollar AS. Kenaikan ini menunjukkan pelaku pasar kembali menambah posisi dengan leverage ketika posisi short sebelumnya terlikuidasi.
3. Kombinasi Permintaan ETF dan Penutupan Posisi Short
Menurut Nicolai Sondergaard, analis riset senior perusahaan analitik kripto Nansen, reli Bitcoin didorong oleh kombinasi permintaan ETF dan penutupan posisi short. Data menunjukkan ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat:
Arus keluar: 746 juta dollar AS pada Selasa dan Rabu pekan lalu
Arus masuk: 160 juta dollar AS pada Kamis dan 433 juta dollar AS pada Jumat
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh pembelian Bitcoin di pasar spot, tetapi juga aktivitas perdagangan derivatif. Menurut Sondergaard, perbedaan pentingnya adalah harga telah bergerak bullish lebih cepat dibandingkan posisi pasar.
Risiko muncul apabila peningkatan leverage tidak diikuti permintaan di pasar spot, yang dapat menyebabkan volatilitas harga lebih lanjut.
Prospek ke Depan
Pelaku pasar kini memperhatikan potensi Bitcoin menguji level psikologis 90.000 dollar AS, sekaligus risiko apabila momentum ini tidak didukung oleh permintaan fundamental yang kuat di pasar spot.

