Bitcoin masih diperdagangkan di atas US$81.000 pada Sabtu, 17 Oktober 2026, setelah sempat turun di bawah US$80.000 dalam sepekan yang penuh volatilitas. Pemulihan ini terjadi meski investor masih menghadapi sentimen negatif dari arus keluar ETF Bitcoin spot dan keraguan atas permintaan institusional.
Dikutip dari Investing, Bitcoin naik 0,6 persen ke US$81.544,8. Pada awal pekan, aset kripto terbesar dunia itu sempat menyentuh level tertinggi mingguan di atas US$84.000, tetapi gagal mempertahankan kenaikan akibat data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Tekanan dari ETF Bitcoin
 |
| (Foto Harga Bitcoin dari TradingView) |
ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih US$82,39 juta pada 16 Oktober. iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menyumbang US$71,78 juta dari total penarikan tersebut.
Penarikan dana itu mencerminkan penebusan oleh investor, bukan keputusan BlackRock untuk mengurangi kepemilikan Bitcoin secara strategis. Meski demikian, pergerakan dana yang tidak konsisten memperlihatkan ketidakpastian minat institusi terhadap Bitcoin.
Aktivitas ETF sepanjang minggu berfluktuasi tajam:
|
Tanggal
|
Arah dana
|
Nilai
|
|
12 Oktober
|
Arus keluar
|
US$65,4 juta
|
|
13 Oktober
|
Arus masuk
|
US$175,7 juta
|
|
14 Oktober
|
Arus keluar
|
US$261,4 juta
|
|
16 Oktober
|
Arus keluar
|
US$82,39 juta
|
Pada 13 Oktober, Wise Origin Bitcoin Fund milik Fidelity menerima US$103,1 juta, sementara IBIT menarik US$65,9 juta. Namun, arus keluar besar pada 14 Oktober kembali menekan sentimen pasar.
Level Kunci Bitcoin
Para pedagang kini mengamati apakah permintaan baru melalui ETF cukup kuat untuk mendorong Bitcoin kembali ke US$83.000. Sebaliknya, bila penarikan dana ETF berlanjut, tekanan jual berpotensi menguji kembali level dukungan psikologis US$80.000.
Data pasar sebelumnya juga menunjukkan Bitcoin bergerak di kisaran US$83.245 pada 13 Oktober, turun sekitar 3,39 persen dalam sepekan meski masih naik 8,65 persen dalam sebulan. Pasar saat itu menilai BTC berisiko turun di bawah US$80.000 jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, atau berpotensi menguat ke US$86.000 bila tekanan inflasi mereda.
Altcoin Ikut Menguat Tipis
Pada Sabtu pagi, mayoritas aset kripto menguat tipis setelah sempat melemah di awal sesi. Ether, kripto terbesar kedua, naik 0,5 persen ke US$2.417,92, sementara XRP naik 0,3 persen ke US$1,300 dan Solana naik 1 persen.
BNB dan Cardano tercatat sedikit melemah. Di kategori koin meme, Dogecoin naik 0,2 persen, sedangkan TRUMP turun 1,2 persen.
Konteks Sektor Kripto
Tekanan juga terlihat pada produk investasi Ethereum yang mencatat arus keluar US$69,68 juta pada 16 Oktober. Di sisi lain, penerbit stablecoin Circle melaporkan pendapatan sekitar US$1,4 miliar pada paruh pertama 2026, dengan USDC yang diklaim telah memproses transaksi on-chain lebih dari US$36 triliun.
Secara keseluruhan, Bitcoin berhasil bertahan di atas US$81.000, tetapi arah jangka pendeknya masih bergantung pada arus dana ETF, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, serta kekuatan permintaan institusional.