Kurs Dolar-Rupiah, Minggu 18 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.053

 

Kurs Dolar-Rupiah, Minggu 18 Oktober 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 18.053
(Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA)
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada Minggu, 18 Oktober 2026, berada di kisaran Rp 18.052-18.053 per 1 dolar AS. Level ini menunjukkan rupiah masih bergerak di sekitar area Rp 18.000 per dolar, setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh angka tersebut pada perdagangan akhir pekan.

Kondisi Kurs Terkini

Berdasarkan data pasar yang tersedia, USD/IDR mencatat level sekitar Rp 18.053, dengan rentang pergerakan intraday sekitar Rp 18.034 hingga Rp 18.053. 

Sementara itu, sejumlah sumber pasar menampilkan angka yang sedikit berbeda sekitar Rp 17.947 hingga Rp 18.059 tergantung waktu pembaruan dan jenis kurs yang digunakan.

Posisi Rupiah terhadap Dolar

Rupiah sempat dibuka pada level Rp 18.053 per dolar AS pada 16 Oktober, melemah 115 poin atau sekitar 0,64 persen dibanding penutupan sebelumnya. Kondisi ini menempatkan mata uang rupiah dalam tekanan, meskipun pergerakannya masih berada dalam kisaran yang relatif sempit di sekitar Rp 18.000.

Sebagai pembanding, kurs tengah Bank Indonesia pada 16 Oktober 2026 tercatat sekitar Rp 17.948 per dolar AS, dengan kurs jual Rp 18.448 dan kurs beli Rp 17.448. Data resmi BI tersebut merupakan acuan terakhir yang tersedia sebelum akhir pekan, karena pasar valas umumnya tidak aktif pada hari Minggu.

Artinya bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Dengan kurs sekitar Rp 18.053, setiap 1 dolar AS setara dengan Rp 18.053. Sebagai ilustrasi:

US$100 senilai sekitar Rp 1.805.300

US$1.000 senilai sekitar Rp 18.053.000

Rp 1 juta setara dengan sekitar US$55,39

Bagi pelaku usaha yang mengimpor bahan baku, membayar utang luar negeri, atau memesan barang dari luar negeri, penguatan dolar dapat meningkatkan biaya dalam rupiah. Sebaliknya, eksportir dan penerima pembayaran dalam dolar berpotensi memperoleh nilai rupiah yang lebih besar.

Faktor yang Perlu Dipantau

Pergerakan rupiah ke depan akan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga The Fed, arus modal global, harga komoditas ekspor Indonesia, serta kebijakan dan intervensi Bank Indonesia. Dalam satu bulan terakhir, rupiah tercatat melemah sekitar 1,60 persen, dan secara tahunan melemah 8,97 persen.

Karena hari Minggu bukan hari perdagangan aktif bursa valas, angka Rp 18.053 sebaiknya dipahami sebagai acuan pasar, bukan kurs transaksi resmi bank. Untuk kebutuhan transaksi nyata seperti transfer internasional, pembelian tiket, atau pembayaran impor kurs beli dan jual di bank atau money changer dapat berbeda dari angka pasar tersebut.

Next Post Previous Post