Emas Global Diproyeksikan Tembus US$ 5.400 pada September 2027
Harga emas global berpeluang naik hingga US$ 5.400 per ons troi pada September 2027, menurut proyeksi UBS. Meski demikian, dalam jangka pendek harga masih berisiko terkoreksi menuju US$ 4.000 per ons troi akibat kenaikan suku bunga riil Amerika Serikat dan penguatan dolar AS.
Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (12/10/2026) pukul 11.24 WIB, emas diperdagangkan di US$ 4.198 per ons troi. Harganya naik 0,11% dalam sehari dan 1,41% selama sepekan, tetapi masih turun 2,34% dalam sebulan terakhir.
Tekanan dalam jangka pendek
Suku bunga riil AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga. Penguatan dolar AS juga berpotensi menekan permintaan emas. Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan kondisi suku bunga saat ini meningkatkan biaya kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan harga turut dipengaruhi investor spekulatif yang mengurangi posisi beli bersih pada kontrak berjangka dan opsi emas. Sementara itu, aliran dana ke produk ETF berbasis emas masih berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dan kepemilikannya relatif stabil.
Permintaan menopang prospek
UBS menilai pembelian bank sentral dan minat investor jangka panjang masih dapat mendukung harga emas. Diversifikasi cadangan, kekhawatiran terhadap utang publik dan biaya pinjaman, serta ekspektasi pelemahan dolar AS dalam jangka panjang turut menjadi faktor pendukung. Permintaan musiman di India dan pembelian dari China juga diperhitungkan dalam prospek pasar.
Data awal September menunjukkan China membeli 23 metrik ton emas, sedangkan Uzbekistan membeli 7 metrik ton. UBS memperkirakan total pembelian emas oleh bank sentral mencapai 750 hingga 1.000 metrik ton sepanjang tahun.
Proyeksi harga dan suku bunga
![]() |
| (Foto Harga Emas Dunia dari TradingView) |



