Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 2 Oktober 2026. IHSG berakhir di level 6.036,89, naik 27,39 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.
Penguatan tersebut menjadi pembalikan arah setelah IHSG sempat berada di bawah level psikologis 6.000 pada perdagangan sesi pertama. Pada sesi I, indeks sempat melemah ke level 5.989,02, atau turun 20,49 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Sempat Tertekan di Bawah 6.000
 |
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat ke level 6.018,08. Indeks kemudian sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.044,26, sebelum tekanan jual membawa IHSG turun hingga level terendah 5.979,98.
Pergerakan tersebut menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi. Pelaku pasar masih mencermati sejumlah faktor domestik, termasuk perkembangan inflasi dan arah kebijakan ekonomi, sementara investor juga merespons dinamika pasar regional dan global.
Meski sempat tertekan, aksi beli pada paruh kedua perdagangan mendorong IHSG kembali menembus level 6.000 dan mengakhiri perdagangan di zona hijau.
Mayoritas Saham Melemah
 |
| (Foto Saham PTBA dari Google Finansial) |
Penguatan IHSG tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja mayoritas saham. Sejumlah saham tetap berakhir melemah, sehingga kenaikan indeks kemungkinan lebih banyak ditopang oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.
Di kelompok saham unggulan LQ45, GOTO, PTBA, dan ADRO tercatat sebagai beberapa saham yang menjadi top gainers pada perdagangan Jumat.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kenaikan IHSG berlangsung secara selektif. Investor cenderung mengakumulasi saham tertentu yang dinilai memiliki prospek lebih baik, terutama pada sektor dan emiten dengan likuiditas tinggi.
Prospek Perdagangan Berikutnya
Analis sebelumnya memperkirakan IHSG masih menghadapi area resistance di kisaran 6.020–6.040, sementara level support berada pada rentang 5.950–6.000.
Dengan penutupan di level 6.036,89, IHSG berada dekat area resistance tersebut. Pergerakan pada sesi perdagangan berikutnya akan dipengaruhi oleh kemampuan indeks mempertahankan level 6.000 serta perkembangan sentimen domestik dan global.
Investor tetap disarankan mencermati volume transaksi, arah aliran dana asing, dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar sebelum mengambil keputusan investasi.