MNC Sekuritas Optimistis terhadap PTBA, Bidik Harga Rp 3.400

MNC Sekuritas Optimistis terhadap PTBA, Bidik Harga Rp 3.400
MNC Sekuritas menaikkan target harga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi Rp 3.400 dari sebelumnya Rp 3.100 sekaligus mempertahankan rekomendasi beli. Optimisme tersebut ditopang proyeksi pertumbuhan pendapatan, ketahanan operasional, serta potensi imbal hasil dividen sebesar 6,4%.

Dilansir dari Investor Daily, Minggu (25/10/2026), analis MNC Sekuritas Raka Junico W memperkirakan pendapatan PTBA pada kuartal III-2026 mencapai Rp 13,7 triliun. Proyeksi itu naik 15% dibandingkan kuartal sebelumnya dan tumbuh 29% secara tahunan.

Peningkatan pendapatan diperkirakan berasal dari pertumbuhan volume penjualan dan kenaikan harga jual batu bara. MNC Sekuritas memproyeksikan volume penjualan PTBA mencapai 12,3 juta ton, meningkat 12% secara kuartalan dan 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, harga jual rata-rata gabungan diperkirakan mencapai Rp 1,1 juta per ton. Angka tersebut mencerminkan kenaikan 3% secara kuartalan dan 27% secara tahunan.

Keandalan Distribusi Menjadi Penopang

Raka menilai kemampuan PTBA menjaga kelancaran pengiriman menjadi salah satu keunggulan perusahaan di tengah potensi gangguan cuaca akibat El Nino.

“Keandalan rantai pasok menjadi salah satu keunggulan PTBA dalam menghadapi fenomena El Nino,” tulis Raka dalam risetnya, sebagaimana dikutip Investor Daily.

Ketika sejumlah tambang batu bara di Kalimantan menghadapi hambatan pengangkutan akibat turunnya permukaan air, ketinggian air Sungai Musi disebut relatif terjaga. Kondisi tersebut turut mendukung distribusi batu bara PTBA.

Kendati demikian, pengiriman melalui jalur kereta api masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan jarak pandang. MNC Sekuritas memperkirakan hambatan itu belum memberikan tekanan besar terhadap distribusi perusahaan.

“Meski keterbatasan jarak pandang pada jalur kereta api sedikit memperlambat pengiriman, dampaknya terhadap distribusi perseroan diperkirakan masih terkendali,” sebut Raka.

Permintaan Global Diperkirakan Tetap Kuat

Dari sisi pasar, MNC Sekuritas memperkirakan permintaan batu bara global tetap kuat setidaknya hingga kuartal I-2027. Kebutuhan penambahan persediaan menjelang musim dingin menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu pasokan gas alam cair atau LNG. Risiko tersebut turut menjadi perhatian dalam penilaian prospek permintaan batu bara.

Kepemilikan Asing Meningkat

MNC Sekuritas Optimistis terhadap PTBA, Bidik Harga Rp 3.400
(Foto Saham PTBA dari Google Finansial)
MNC Sekuritas juga mencatat peningkatan porsi kepemilikan investor asing pada saham PTBA. Di luar kepemilikan CP, porsi asing terhadap total saham beredar naik dari 9,4% pada Januari 2026 menjadi 13% pada September 2026.

Kenaikan tersebut sejalan dengan pembelian bersih investor asing senilai Rp 1,2 triliun sepanjang tahun berjalan. Arus dana masuk itu berlangsung ketika Indeks Harga Saham Gabungan menghadapi tekanan aksi jual setelah pengumuman MSCI.

Dengan mempertimbangkan ketahanan operasional, distribusi yang relatif terjaga, serta prospek permintaan global hingga awal 2027, MNC Sekuritas mempertahankan pandangan positif terhadap PTBA. Potensi imbal hasil dividen sebesar 6,4% turut melengkapi dasar kenaikan target harga saham perseroan.
Next Post Previous Post