AMMN Siapkan Buyback Rp 1 Triliun hingga Januari 2027

 

AMMN Siapkan Buyback Rp 1 Triliun hingga Januari 2027

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk pembelian kembali saham atau buyback pada periode 22 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027. Aksi korporasi ini dinilai dapat membantu menopang harga saham, tetapi belum tentu menjadi pendorong pembalikan tren secara signifikan.

Jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan maksimal setara 0,37% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Pendanaannya berasal dari kas internal sehingga perusahaan tidak perlu menambah utang maupun menanggung beban bunga khusus untuk menjalankan program tersebut.

Meski demikian, penggunaan dana internal tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan belanja modal, pengembangan tambang, kegiatan operasional, dan pembayaran utang.

Berdasarkan simulasi proforma perusahaan, dampak pembelian kembali saham terhadap laba per saham atau earnings per share (EPS) juga relatif kecil. Dengan asumsi laba tidak berubah, EPS diproyeksikan meningkat dari US$ 0,003436 menjadi US$ 0,003441 per saham.

Fundamental Tetap Menjadi Penentu

Analis Nafan menilai pengaruh langsung buyback terhadap pergerakan saham AMMN kemungkinan tidak terlalu besar. Menurutnya, aksi tersebut lebih berperan sebagai penopang harga ketimbang menjadi pemicu perubahan arah pergerakan saham.

“Dampaknya terhadap harga saham kemungkinan lebih bersifat menopang secara terbatas, bukan menjadi katalis pembalikan tren secara otomatis,” kata Nafan kepada Kontan, Minggu (25/10/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan nilai bagi pemegang saham tetap bergantung pada kemampuan perusahaan mencatat pertumbuhan laba, menjaga kesehatan arus kas, serta meningkatkan efisiensi operasional.

“Penciptaan nilai bagi pemegang saham tidak cukup hanya mengandalkan buyback, tetapi juga harus ditopang pertumbuhan laba, arus kas yang sehat, serta peningkatan efisiensi operasional,” kata Nafan.

Selain faktor internal, kinerja AMMN dipengaruhi pergerakan harga tembaga dan emas, realisasi produksi dan penjualan, serta kelancaran pengembangan tambang.

Nafan turut menyoroti sejumlah risiko, mulai dari koreksi harga komoditas, kenaikan biaya operasional, kebutuhan belanja modal, hingga volatilitas arus dana asing. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, ia merekomendasikan strategi beli bertahap atau accumulative buy untuk saham AMMN dengan target harga Rp 6.425 per saham.

Menjaga Kepercayaan Investor

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Kevin Yudha Pratama, menilai pembelian kembali saham dapat membantu menjaga kepercayaan investor di tengah fluktuasi harga. Kehadiran perusahaan sebagai pembeli dapat menambah permintaan di pasar, meskipun pengaruhnya diperkirakan terbatas karena porsi saham yang dibeli relatif kecil.

“Pembelian saham oleh perusahaan dapat menambah permintaan di pasar dan sedikit mengurangi tekanan jual. Meski begitu, jumlah saham yang akan dibeli kembali relatif kecil dibandingkan seluruh saham AMMN, sehingga pengaruhnya terhadap harga kemungkinan terbatas,” ujar Kevin.

Menurut Kevin, rencana tersebut masih sejalan dengan perbaikan kondisi keuangan AMMN. Perseroan disebut telah kembali membukukan laba, menghasilkan kas dari aktivitas usaha, dan mulai mengurangi utang.

Namun, alokasi dana untuk pembelian kembali saham tetap perlu diseimbangkan dengan kebutuhan pembayaran utang serta pengembangan tambang dan smelter.

Produksi dan Harga Komoditas Jadi Perhatian

AMMN Siapkan Buyback Rp 1 Triliun hingga Januari 2027
(Foto Saham AMMN dari Google Finansial)
Kevin menilai prospek AMMN turut didukung pemulihan produksi tembaga dan emas serta perkembangan kegiatan pengolahan hasil tambang. Pengolahan bijih dengan kadar logam lebih tinggi dan peningkatan produksi smelter berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan.

Di sisi lain, kelancaran produksi, biaya pengembangan, dan pergerakan harga komoditas global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati.

“Kami masih melihat peluang bagi saham AMMN untuk melanjutkan penguatannya, dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp 4.280-Rp 4.500,” kata Kevin.
Next Post Previous Post