Update Harga Emas Dunia: USD 3.995/Ounce pada Sabtu, 24 Oktober 2026
Harga emas spot di pasar global terkoreksi tipis dan tertahan di bawah level psikologis USD 4.000 per troy ounce pada perdagangan akhir pekan, Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan data perdagangan internasional, harga emas dunia berada di kisaran USD 3.995 per troy ounce, mengalami penurunan sektoral sekitar 0,7% dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya.
Penurunan ini menandai pergerakan konsolidasi pasar komoditas logam mulia setelah sempat menyentuh level tertinggi baru di atas USD 4.000 pada perdagangan pertengahan pekan.
Analisis Penyebab Pergerakan Emas Dunia
Beberapa faktor utama yang memicu pelemahan harga emas dunia di akhir pekan meliputi:
1. Penguatan Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury
Penguatan indeks Dolar AS (Greenback) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) memberikan tekanan jangka pendek terhadap harga komoditas yang dinilai dalam mata uang Dolar.
2. Aksi Profit Taking (Aksi Ambil Untung)
Setelah tren kenaikan beruntun yang membawa emas melonjak drastis sepanjang pekan, para investor cenderung meluapkan profit taking menjelang penutupan perdagangan pekan ini.
3. Ekspektasi Kebijakan Bank Sentral (The Fed)
Sentimen terkait arah suku bunga acuan pasar global membuat investor bersikap lebih waspada (cautious), sembari menantikan rilis data-data indikator ekonomi mendatang.
Dampak ke Pasar Logam Mulia Indonesia
Koreksi harga emas dunia ke level USD 3.995 per troy ounce turut memengaruhi pergerakan emas di pasar domestik:
Emas Antam (Logam Mulia): Harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp2.540.000 per gram dengan harga pembelian kembali (buyback) tercatat sebesar Rp2.335.000 per gram.
Emas Pegadaian (Galeri 24 & UBS): Produk emas cetakan lain seperti Galeri 24 dan UBS di gerai Pegadaian juga tercatat mengalami penyesuaian melandai seiring pelemahan emas global.
Prospek Pekan Depan
![]() |
| (Foto Harga Emas Dunia dari TradingView) |



