PIP 2026 Cair Oktober: Panduan Lengkap Cek Penerima dan Besaran Dana
Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 kembali mencairkan bantuan pendidikan pada periode Oktober–Desember 2026 sebagai termin ketiga tahun ini.
Bagi siswa dan orang tua yang ingin memastikan apakah namanya terdaftar sebagai penerima serta mengetahui besaran dana yang berhak diterima, berikut panduan lengkapnya.
Jadwal Pencairan PIP Termin 3 (Oktober–Desember 2026)
Pencairan PIP 2026 dilakukan secara bertahap dalam tiga termin sepanjang tahun. Untuk termin ketiga, jadwal penyalurannya berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026. Periode ini diperuntukkan bagi peserta didik yang masuk dalam kategori penerima termin 1 dan 2 namun belum menerima dana pada tahap sebelumnya.
Besaran Dana PIP 2026 per Jenjang Pendidikan
Besaran bantuan PIP bervariasi tergantung jenjang pendidikan siswa. Berikut rincian nominal yang diterima per semester:
|
Jenjang Pendidikan |
Besaran per Semester |
Besaran per Tahun |
|
TK |
Rp225.000 |
Rp450.000 |
|
SD/SDLB dan Paket A |
Rp225.000 |
Rp450.000 |
|
SMP/SMPLB dan Paket B |
Rp375.000 |
Rp750.000 |
|
SMA/SMK/SMALB/SMKLB dan Paket C |
Rp900.000 |
Rp1.800.000 |
Perlu dicatat bahwa mulai tahun 2026, peserta didik tingkat TK juga mulai menerima bantuan PIP sebesar Rp450.000 per siswa per tahun.
Cara Cek Penerima PIP 2026 Online
Untuk memastikan apakah Anda atau anak Anda terdaftar sebagai penerima PIP, ikuti langkah-langkah berikut:
Buka laman resmi PIP Kemendikdasmen di pip.kemendikdasmen.go.id.
Pilih menu "Cari Penerima PIP" atau "Cek Penerima PIP".
Masukkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) peserta didik.
Masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sesuai data kependudukan.
Selesaikan verifikasi dengan menjawab soal perhitungan matematika sederhana atau memasukkan kode CAPTCHA yang muncul.
Klik "Cek Penerima PIP".
Status penerima akan muncul, termasuk informasi tahap penyaluran dan status pencairan dana.
Kriteria Penerima PIP 2026
PIP diperuntukkan bagi peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Prioritas diberikan kepada siswa yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi.

