Saham BUMI Masih Berpeluang Naik di Tengah Tekanan Pasar

Saham BUMI Masih Berpeluang Naik di Tengah Tekanan Pasar
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpotensi melanjutkan penguatan menuju level resistance Rp178 hingga Rp182 dalam jangka pendek. Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis teknikal CGS International Sekuritas Indonesia terhadap pergerakan saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim.

Pergerakan Saham Bumi

Saham BUMI Masih Berpeluang Naik di Tengah Tekanan Pasar
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
CGS International Sekuritas Indonesia mencatat area support saham BUMI berada pada kisaran Rp164–Rp169 per saham. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, saham BUMI masih memiliki peluang untuk bergerak naik menuju level resistance Rp178–Rp182.

“BUMI memiliki support 164–169. Potensi naik ke 178–182 short term,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia.

Pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (5/10/2026), saham BUMI tercatat menguat 0,57 persen ke level Rp176. Penguatan tersebut berlangsung di tengah aktivitas transaksi harian pasar saham.

Namun, secara kinerja jangka pendek, saham BUMI masih berada dalam tekanan. Dalam sepekan terakhir, harga saham BUMI turun 2,2 persen. Penurunan yang lebih dalam terjadi dalam sebulan terakhir, yakni sebesar 16,1 persen.

Sementara itu, secara year to date (ytd), saham BUMI telah terkoreksi 51,9 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa saham BUMI masih menghadapi tantangan untuk memulihkan kinerjanya setelah mengalami tekanan sepanjang tahun berjalan.

Berdasarkan data Stockbit, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell saham BUMI sebesar Rp29,4 miliar pada sesi I perdagangan Senin (5/10/2026).

Dengan demikian, investor perlu mencermati kemampuan saham BUMI untuk bertahan di atas area support Rp164–Rp169. Jika level tersebut terjaga, peluang penguatan menuju Rp178–Rp182 masih terbuka.
Next Post Previous Post