KAI Targetkan Angkut 141,3 Juta Penumpang pada 2030

KAI Targetkan Angkut 141,3 Juta Penumpang pada 2030

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan peningkatan kapasitas angkut penumpang kereta api di wilayah Jawa dan Sumatra hingga mencapai 141,3 juta orang pada 2030. Target tersebut tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 sebagai antisipasi pertumbuhan kebutuhan transportasi masyarakat.

Proyeksi tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 67 persen dibandingkan jumlah pelanggan pada 2025 yang tercatat sebanyak 84,6 juta orang. Artinya, KAI membidik tambahan sekitar 56,7 juta pelanggan selama periode perencanaan 2026–2030.

Cakupan Layanan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa target peningkatan penumpang mencakup seluruh layanan kereta api yang masuk dalam cakupan proyeksi perusahaan. Segmen tersebut meliputi kereta api jarak jauh, kereta api lokal, serta Light Rail Transit (LRT).

Dengan menyatukan ketiga layanan tersebut dalam satu proyeksi, KAI berupaya memastikan pertumbuhan mobilitas tidak hanya bergantung pada perjalanan antarkota, tetapi juga pada kebutuhan transportasi harian masyarakat di koridor lokal dan perkotaan.

Dasar Perencanaan

Kenaikan jumlah pelanggan menjadi salah satu acuan KAI dalam merencanakan pengembangan kapasitas, sarana, serta layanan perkeretaapian. Perusahaan menilai peningkatan mobilitas masyarakat perlu diantisipasi sejak dini agar layanan tetap mampu memenuhi kebutuhan transportasi pada tahun-tahun mendatang.

RJPP 2026–2030 juga menjadi kerangka KAI dalam memperkuat transformasi perusahaan menuju operator perkeretaapian kelas dunia dan pengelola ekosistem mobilitas. Dalam rencana tersebut, pengembangan layanan, digitalisasi, angkutan barang, serta operasional berkelanjutan menjadi bagian dari arah transformasi perusahaan.

Makna bagi Jawa dan Sumatra

Target 141,3 juta penumpang menegaskan posisi Jawa dan Sumatra sebagai wilayah utama pertumbuhan layanan kereta api penumpang KAI. Kedua pulau tersebut menjadi fokus peningkatan kapasitas karena memiliki kebutuhan mobilitas yang tinggi, baik untuk perjalanan jarak jauh, komuter, maupun transportasi perkotaan berbasis LRT.

Jika target tersebut tercapai, jumlah pengguna layanan kereta api KAI pada 2030 diperkirakan hampir 1,7 kali lipat dibandingkan tahun dasar 2025. Pencapaian itu akan sangat bergantung pada ketersediaan armada, infrastruktur, frekuensi perjalanan, serta kualitas layanan yang mampu menarik masyarakat beralih ke moda rel.

 

Next Post Previous Post