Restoran Hooters Clarke Quay Singapura Tutup Setelah 30 Tahun Beroperasi
Sejarah dan Pencapaian
Hooters Clarke Quay dibuka pada 1996 sebagai gerai pertama Hooters di luar Amerika Utara, menjadi pionir waralaba internasional merek ini. Selama tiga dekade, restoran ikonik ini dikenal dengan ayam goreng sayapnya dan seragam pelayan yang khas, menarik pengunjung di kawasan malam Clarke Quay yang ramai. Dua cabang lain di Singapura pernah ada, tapi kini Clarke Quay menjadi yang terakhir sebelum tutup total.
Alasan Penutupan
Managing Director Selena Chua menyebut kekurangan tenaga kerja dan penjualan lesu sebagai penyebab utama, di tengah kesulitan merekrut generasi muda untuk sektor makanan-minuman. Biaya operasional naik, termasuk gaji staf, sementara pengunjung menurun pasca-pandemi, memperburuk situasi. Keputusan ini juga sejalan dengan kebangkrutan Hooters di AS pada Maret 2025 akibat inflasi dan penurunan daya beli konsumen.
Respons Pengelola Lokasi
Pihak CQ @ Clarke Quay, pengelola kawasan, mengucapkan terima kasih atas kontribusi Hooters selama 30 tahun dan berjanji merevitalisasi area dengan tenant baru yang lebih beragam. Rencana bistro kecil mungkin hadir di lokasi tersebut, dengan sebagian karyawan Hooters bergabung, tapi tanpa merek Hooters. Reaksi netizen di Reddit menyebut Clarke Quay "sudah mati" pasca-pandemi, meski inisiatif seperti shuttle bus gratis sedang digalakkan.

