Asing Borong Saham BKSL Saat IHSG Menguat

 

Asing Borong Saham BKSL Saat IHSG Menguat

Asing memang gencar memborong saham PT Sentul City Tbk (BKSL) saat IHSG menguat di awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026, menunjukkan minat kuat pada sektor properti. Aktivitas ini terjadi di tengah sentimen positif pasar domestik, meski IHSG akhirnya terkoreksi akibat profit taking di sektor lain.

Latar Belakang Pergerakan IHSG

IHSG dibuka menguat 0,13% ke level 8.947 pada sesi pertama Senin pagi, didorong oleh pembelian asing di saham-saham pilihan seperti BKSL. Namun, indeks ditutup melemah 0,58% di 8.884,72 setelah menyentuh rekor tertinggi (ATH) 9.000 sebelum terkikis oleh aksi ambil untung di saham energi dan komoditas. Pada Selasa 13 Januari pagi pukul 10:00 WIB, IHSG kembali menghijau, dibuka di kisaran 8.931-8.946 dan diproyeksi tren bullish dengan potensi tembus 9.000 lagi jika support bertahan.

Detail Net Buy Asing di BKSL

BKSL mencatat net foreign buy terbesar sepanjang sesi pertama Senin, mencapai 120,9 juta lembar dengan nilai transaksi signifikan, diikuti lonjakan harga saham hingga mendekati auto rejection atas (ARA). 

Secara keseluruhan hari Senin, net buy asing di BKSL tembus 311,92 juta lembar dari total transaksi asing 1,21 miliar lembar, menjadikannya saham paling favorit investor luar negeri. Tren ini berlanjut dari hari sebelumnya (8 Januari) di mana asing sudah borong 80,04 juta lembar BKSL, diduga karena prospek pertumbuhan properti di kawasan Sentul yang strategis.

Faktor Pendorong Minat Asing

Investor asing fokus ke BKSL karena valuasi murah dibandingkan kompetitor properti, ditambah sentimen positif dari kebijakan pemerintah terkait infrastruktur Jabodetabek dan pemulihan sektor real estate pasca-pandemi. Selain itu, IHSG yang bullish secara keseluruhan (naik dari level akhir 2025) mendorong inflow dana asing, dengan total foreign trade Senin mencapai 11 miliar lembar meski net sell keseluruhan 271 juta lembar di saham lain.

Saham Lain dengan Net Buy Tinggi

Selain BKSL, asing juga borong beberapa saham berikut pada sesi pertama Senin:

BRMS (tambang): Net buy kuat karena komoditas nikel dan batubara.

KPIG: 40,55 juta lembar, saham pigmi unggulan.

SOCI: 36,26 juta lembar di sektor konsumer.

PNLF: 35,53 juta lembar.

BBRI: 26,47 juta lembar, bank blue chip yang dominan trading volume.

Saham Net Sell Asing

Di sisi lain, asing melepas PWON (144,09 juta lembar) dan MINA (86,45 juta lembar) untuk realisasikan keuntungan setelah kenaikan harga sebelumnya. Total net sell ini mencerminkan strategi rotasi portofolio asing dari properti besar ke mid-cap seperti BKSL.

Prospek BKSL dan IHSG ke Depan

Asing Borong Saham BKSL Saat IHSG Menguat
(Foto Saham BKSL dari Google Finansial)
BKSL berpotensi lanjut menguat jika inflow asing bertahan, dengan target harga jangka pendek di atas Rp 50 per saham berdasarkan analisis teknikal terkini. Sementara IHSG diprediksi tetap dalam tren naik minggu ini, dengan resistance 9.000 dan support 8.800, tergantung data inflasi AS dan kebijakan BI Rate besok. Pantau terus transaksi asing real-time via Stockbit atau IDX untuk update harian.

Next Post Previous Post