Dewan Perdamaian Trump: Apa Itu, Tugasnya, dan Alasan Indonesia Ikut

Dewan Perdamaian Trump: Apa Itu, Tugasnya, dan Alasan Indonesia Ikut

Dewan Perdamaian (Board of Peace) adalah badan internasional yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump untuk mengelola transisi pasca-konflik di Gaza. Badan ini resmi dibentuk setelah persetujuan piagam oleh beberapa negara anggota, dengan Trump sebagai ketua pertama yang menentukan undangan keanggotaan.

Pengertian

Dewan Perdamaian merupakan pengawas gencatan senjata Israel-Hamas sejak Oktober 2025, beranggotakan pemimpin negara-negara kunci yang dipilih Trump. Strukturnya mencakup Dewan Eksekutif Pendiri, Dewan Eksekutif Gaza, dan Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) di bawah kepemimpinan Trump. Meski mandat utama terbatas pada Gaza hingga 2027 berdasarkan Resolusi PBB 2803, piagam bocor menunjukkan potensi perluasan ke konflik lain.

Tugas Utama

Dewan ini bertanggung jawab mengoordinasikan rekonstruksi Gaza, mengawasi pemerintahan transisi, serta distribusi bantuan kemanusiaan hingga 31 Desember 2027. Kewenangannya mencakup pengawasan strategis atas 20 poin rencana Trump, pemungutan suara mayoritas tahunan (satu suara per negara), dan rapat kuartalan. Trump sebagai ketua memiliki hak veto akhir atas keputusan.

Alasan Indonesia Bergabung

Indonesia resmi bergabung untuk mendorong perdamaian di Gaza, melindungi warga sipil, dan memastikan proses transisi menuju solusi dua negara. Keputusan ini menyusul undangan Trump yang disambut positif oleh Kemlu RI bersama negara seperti Mesir, Yordania, dan UEA. Keanggotaan dianggap strategis agar Indonesia punya peran aktif berkomunikasi dengan Hamas, Fatah, dan Otoritas Palestina.

Next Post Previous Post