Konglomerat Prajogo Pangestu Serok Saham BRPT & CUAN Rp23,04 Miliar, Saham BREN Rebound

Konglomerat Prajogo Pangestu Serok Saham BRPT & CUAN Rp23,04 Miliar, Saham BREN Rebound

Prajogo Pangestu, konglomerat terkaya di Indonesia, terus mengakumulasi saham emiten afiliasinya seperti BRPT dan CUAN dengan total nilai Rp23,04 miliar pada akhir Januari 2026, di tengah rebound saham BREN yang menarik perhatian pasar.

Langkah ini memperkuat posisinya sebagai pemilik mayoritas dan mencerminkan keyakinan kuat terhadap potensi pertumbuhan sektor energi dan bahan kimia.

Rincian Transaksi Saham BRPT

Prajogo membeli 4 juta lembar saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) pada harga rata-rata Rp2.150 per saham, senilai sekitar Rp8,6 miliar, yang dilakukan melalui entitasnya pada 29 Januari 2026.

Transaksi ini membuat kepemilikan langsungnya di BRPT naik menjadi 71,37% dari sebelumnya, meskipun harga saham BRPT justru terkoreksi 4,35% menuju Rp2.200 per saham akibat sentimen pasar yang campur aduk.

BRPT sebagai holding perusahaan energi dan kimia memiliki aset kuat seperti Chandra Asri dan Barito Renewables, yang menjadi alasan utama akumulasi berkelanjutan.

Akumulasi Saham CUAN yang Signifikan

Untuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Prajogo melakukan pembelian bertubi-tubi: 4 juta saham pada 29 Januari senilai Rp7,21 miliar dan 4,65 juta saham sehari sebelumnya senilai Rp7,22 miliar, total Rp14,43 miliar hanya dalam dua hari.

Kepemilikannya di CUAN melonjak menjadi 84,09%, sementara harga sahamnya langsung rebound dramatis hingga 18,59% ke Rp1.850, menunjukkan respons pasar positif terhadap aksi korporasi ini.

CUAN, perusahaan tambang dan jasa pertambangan batu bara, sedang ekspansi agresif yang membuatnya menarik bagi investor besar seperti Prajogo.

Rebound Saham BREN dan Dampak Pasar

Konglomerat Prajogo Pangestu Serok Saham BRPT & CUAN Rp23,04 Miliar, Saham BREN Rebound
(Foto Saham BREN dari Google Finansial)
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 4,52% menjadi Rp8.675 per saham, didorong oleh sentimen positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait persyaratan indeks MSCI.

Meski Prajogo tidak disebutkan borong BREN kali ini, rebound ini saling terkait dengan ekosistem Barito Group, di mana BREN sebagai anak usaha BRPT turut terdongkrak.

Emiten terkait lain seperti PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 2,74%, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) +3,78%, tapi PT Tirta Investama Tbk (TPIA) malah anjlok 4,55%, mencerminkan volatilitas sektor.

Pola Akumulasi Jangka Panjang Prajogo

Sejak awal Januari 2026, Prajogo telah rogoh kocek miliaran rupiah untuk borong saham BREN, BRPT, dan CUAN secara berulang, termasuk transaksi Rp10,8 miliar baru-baru ini dan Rp25,77 miliar sebelumnya.

Strategi ini khas Prajogo: membeli saat harga terkoreksi untuk mengamankan kendali mayoritas dan manfaatkan rebound, seperti terlihat pada CUAN yang langsung cuan besar.

Alasan di baliknya termasuk prospek energi hijau BREN, ekspansi tambang CUAN, serta fundamental kuat BRPT di tengah transisi energi global.

Implikasi bagi Investor Ritel

Bagi investor ritel di Indonesia, aksi Prajogo ini jadi sinyal bullish untuk saham-saham Barito Group, terutama saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) volatil akibat faktor global.

Namun, volatilitas tetap tinggi—lihat penurunan BRPT—jadi pantau laporan keuangan kuartal IV 2025 dan kebijakan OJK MSCI untuk timing entry.

Secara keseluruhan, portofolio Prajogo yang mencapai triliunan di bursa menegaskan dominasinya di sektor strategis.

 

Next Post Previous Post