Kredit Perbankan Tumbuh 9,69 Persen Sepanjang 2025

Kredit Perbankan Tumbuh 9,69 Persen Sepanjang 2025

Pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun 2025 mencapai 9,69 persen secara tahunan (year-on-year), sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI) yang berada dalam kisaran 8-11 persen. Angka ini menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi ekonomi makro yang stabil, didukung oleh penurunan suku bunga acuan BI dan insentif likuiditas makroprudensial.

Rincian Pertumbuhan per Kategori

Kredit investasi menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 21,06 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,58 persen dan kredit modal kerja sebesar 4,52 persen. Sektor investasi yang kuat ini mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia, terutama di bidang infrastruktur dan manufaktur. BI mencatat bahwa upaya kebijakan moneter ekspansif berhasil mendorong distribusi kredit yang lebih merata ke berbagai segmen usaha.

Faktor Pendukung dan Ketahanan Sistem Keuangan

Pertumbuhan ini didorong oleh koordinasi kebijakan yang erat antara BI, pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tetap tinggi di level 26,05 persen per November 2025, sementara tingkat pengembalian aset (ROA) dan ekuitas (ROE) juga menunjukkan performa yang sehat. Tidak ada tanda-tanda risiko sistemik yang signifikan, dengan non-performing loan (NPL) yang terkendali berkat pemantauan ketat BI.

Proyeksi dan Tantangan 2026

Untuk tahun 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8-12 persen, didukung oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi yang lebih kuat dan investasi hijau. Namun, tantangan ke depan termasuk gejolak global seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik, sehingga diperlukan penguatan literasi keuangan dan digitalisasi perbankan. Secara keseluruhan, sektor perbankan Indonesia dipandang resilien dan siap mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen.

Next Post Previous Post