Menkes Angkat Bicara soal Pasien 'Super Flu' di Bandung

 

Menkes Angkat Bicara soal Pasien 'Super Flu' di Bandung

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kematian pasien "Super Flu" di RSHS Bandung bukan disebabkan murni oleh virus Influenza A H3N2 subclade K, melainkan karena komplikasi dari penyakit komorbid atau bawaan yang memburuk.

Baca Juga: Hindari Superflu: 7 Langkah Pencegahan Harian yang Mudah

Kasus di Bandung

RSHS Bandung menangani 10 pasien terinfeksi varian ini dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk dua anak usia 9 bulan dan 11 tahun, serta mayoritas usia 20-60 tahun.

Satu pasien meninggal setelah dirawat di ruang intensif, tetapi tim medis menegaskan kematian dipicu kondisi penyerta berat, bukan virus saja.

Kasus ini terdeteksi dari surveilans sejak Agustus-November 2025, dengan tren menurun signifikan, dan data lengkap baru diterima Januari 2026.

Konteks Nasional

Menkes menyebut 62 kasus Super Flu terdeteksi di seluruh Indonesia, termasuk insiden Bandung, sehingga bukan klaster baru atau wabah mendadak.

Virus ini lebih berat dan menular cepat dibanding flu biasa, tapi tidak mematikan seperti Covid-19, dan RSHS telah siapkan tim khusus.

Ia menggunakan analogi: seperti orang flu yang meninggal karena kecelakaan mobil, bukan flu-nya.

Next Post Previous Post