Menkeu Purbaya Laporkan Defisit APBN 2025 Tembus 2,92%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB per 31 Desember 2025. Angka ini melebar dari target awal 2,53% (Rp616,2 triliun), namun tetap di bawah batas aman 3% sesuai undang-undang.
Rincian Realisasi
Pendapatan negara terealisasi Rp2.756,3 triliun (91,7% dari target Rp3.005,1 triliun), dengan pajak Rp1.917,6 triliun, kepabeanan-cukai Rp300,3 triliun, dan PNBP Rp534,1 triliun. Belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun (95,3% dari target Rp3.621,3 triliun), didorong kebijakan ekspansif untuk jaga pertumbuhan ekonomi.
Pembiayaan Defisit
Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun (94,9% target), via SBN dan pinjaman, ditambah non-utang Rp7,7 triliun, sehingga total pembiayaan Rp744 triliun (120,7% target). Pembiayaan dilakukan hati-hati untuk minimalkan risiko.
Respons Pejabat
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai defisit masih aman dan tak ganggu investor, sebagai kebijakan countercyclical hadapi gejolak ekonomi. Purbaya tekankan prioritas ekspansi ekonomi meski defisit membesar.

