Warung Nasi hingga Transum Besar: 5 Tahap Kemenangan QRIS di Indonesia
QRIS telah menjelma menjadi tulang punggung pembayaran digital di Indonesia, berkembang pesat dari warung nasi sederhana hingga transaksi raksasa lintas negara, mencerminkan inklusi keuangan nasional.
Baca Juga: Meningkatkan Penjualan: Cara Buat QRIS untuk Toko & Warung
Tahap 1: Mulai dari Warung Nasi Kecil
Pada awal peluncurannya tahun 2019 oleh Bank Indonesia, QRIS difokuskan pada UMKM seperti warung nasi dan pedagang kaki lima. Pedagang kecil ini awalnya ragu, tapi kemudahan scan satu kode untuk semua bank membuat adopsi melonjak—misalnya, warung soto di Jakarta catat 180 transaksi harian via QRIS pada 2024, naik dari nol. Ini jadi fondasi karena biaya rendah tanpa perlu mesin EDC mahal, langsung dorong cashless society di level mikro.
Tahap 2: Ekspansi ke UMKM Lokal
Tahap ini ditandai ledakan di kantin sekolah, warung makan pinggir jalan, dan pasar tradisional. Program pemerintah seperti Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) BI percepat penetrasi, dengan jutaan merchant aktif pada 2023. Contohnya, Kantin Mas John dan warung serupa jadi "jawara" transaksi QRIS berkat reward kompetisi, ciptakan efek bola salju di komunitas lokal. Hasilnya, 70% transaksi UMKM kecil kini digital, kurangi risiko uang tunai hilang atau palsu.
Tahap 3: Kompetisi dan Insentif Merchant
Bank seperti Mega Syariah gelar "Balapan QRIS Periode 5" pada 2026, beri hadiah ratusan ribu untuk top transactor dari warung hingga ritel. Ini tak cuma tambah volume—seperti 1 juta+ scan bulanan di peserta—tapi bangun loyalitas nasabah via promo cashback. Strategi ini efektif karena gamifikasi, dorong pedagang saingi rekannya, sehingga QRIS bukan lagi alat bayar tapi ajang kompetisi menang hadiah.
Tahap 4: Integrasi Bank dan Event Nasional
Bank besar seperti BRI integrasikan QRIS ke 3,7 juta merchant hingga 2025, dukung event seperti "QRIS Jelajah Indonesia" yang sasar ribuan lokasi. Program ini fasilitasi misi transaksi dengan hadiah, capai pelosok seperti Papua hingga Aceh, naikkan pengguna dari 10 juta jadi 40 juta. Kolaborasi bank dan BI ciptakan ekosistem kuat, di mana QRIS jadi standar di minimarket, transportasi online seperti Gojek/Grab, dan layanan publik.
Tahap 5: Transaksi Besar Lintas Negara
Puncak kemenangan QRIS capai "transum besar"—transaksi raksasa di korporasi, e-commerce, dan cross-border. Pada 2025, QRIS interoperabel dengan Thailand, Malaysia, Singapura via ASEAN Payment Connectivity, mudahkan turis bayar di warung hingga hotel bintang lima. Kini 56 juta pengguna aktif, proses Rp1.000 triliun tahunan, jadikan infrastruktur keuangan digital utama—dari warung nusantara ke global, inklusifkan 90% unbanked population Indonesia.

