Swasembada Jagung RI: Siap Ekspor 52,9 Ribu Ton di 2026

Swasembada Jagung RI: Siap Ekspor 52,9 Ribu Ton di 2026

Indonesia mencapai swasembada jagung pada 2025 berkat produksi yang melampaui kebutuhan domestik. Surplus ini membuka peluang ekspor signifikan pada 2026 tanpa mengganggu pasokan lokal.

Produksi dan Surplus 2025

Produksi jagung pipilan kering kadar air 14% sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton, melebihi konsumsi nasional 15,64 juta ton sehingga surplus 470 ribu ton. Stok carry over ke 2026 diperkirakan 4,5 juta ton, cukup untuk tiga bulan kebutuhan bulanan 1,4 juta ton. Kondisi ini menandakan kemandirian penuh, menghentikan ketergantungan impor jagung untuk pakan, benih, dan konsumsi rumah tangga.

Proyeksi 2026

Produksi jagung nasional 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, menjaga stok akhir tahun tetap di 4,5 juta ton. Ekspor diperkirakan 52,9 ribu ton, didukung peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen petani. Pemerintah menjamin penyerapan panen optimal agar tidak menumpuk di lapangan, menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Kebijakan Pendukung

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung pipilan kering ditetapkan Rp 5.500/kg di tingkat petani (kadar air 18-20%) dan Rp 6.400/kg di gudang Bulog (kadar air maksimal 14%, aflatoksin ≤50 ppb). Hingga November 2025, stabilisasi pasokan mencapai 51,2 ribu ton untuk 3.578 peternak di 17 provinsi. Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025.

 

Next Post Previous Post