BYD Kucurkan Rp2,6 Triliun untuk Pabrik Baterai Baru di Vietnam
Rincian Investasi
Investasi ini bernilai sekitar US$130 juta dan dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan lokal Vietnam, Kim Long Motors. Proyek pabrik dibangun di lahan seluas 10 hektar di wilayah tengah Vietnam, dengan dua fase pembangunan.
Fase pertama mencakup 4,4 hektar untuk produksi baterai tahunan 3 GWh yang difokuskan pada kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik, sementara fase kedua menambah 6 hektar lagi untuk mencapai total 6 GWh, termasuk baterai untuk mobil penumpang.
Alasan Strategis BYD
Vietnam dipilih karena pertumbuhan pesat penjualan EV di sana, dari hanya 4.000 unit pada 2022 menjadi hampir 80.000 unit pada 2024, dengan pangsa pasar hybrid dan EV mencapai 38,5% di 2025. Pemerintah Vietnam memberikan insentif menarik seperti pembebasan biaya registrasi EV hingga 2027, ditambah manfaat dari perjanjian dagang ASEAN dan UE yang memudahkan ekspor.
Langkah ini juga mendukung rantai pasok BYD di ASEAN, termasuk pabrik mereka di Thailand, serta target penjualan global overseas mencapai 1,3 juta unit pada 2026.
Dampak Regional
Pabrik ini akan memasok baterai secara bebas tarif ke pabrik BYD di Thailand dan membuka peluang ekspor ke pasar Eropa. Perjanjian ditandatangani pada 27 Januari 2026, menandai ekspansi agresif BYD di luar China di tengah persaingan ketat dengan Tesla dan pemain lokal.

