Harga Komoditas Dongkrak Saham TINS, Bagaimana Prospeknya?
Saham PT Timah Tbk (TINS) menguat seiring reli harga timah global yang stabil di kisaran US$45.000 per ton, mendukung kinerja emiten pelat merah ini di tengah penguatan IHSG hari ini. Lonjakan ini dipicu permintaan kuat dari sektor energi surya, pusat data, dan elektronik, plus penertiban tambang ilegal di Indonesia.
Performa Saham TINS Saat Ini
| (Foto Saham TINS dari Google Finansial) |
Faktor Pendorong Harga Komoditas
Harga timah dunia stabil di US$45.681 per ton per 16 Februari, turun ringan tapi naik 39,78% YoY, didorong keterbatasan pasokan dari Myanmar dan Indonesia. Penertiban tambang ilegal jadi sentimen positif, kurangi kompetisi ilegal dan tingkatkan produksi legal TINS hingga 30.000 ton/tahun. Permintaan siklikal pulih dorong proyeksi US$50.000/ton akhir 2026.
Prospek Jangka Pendek dan Panjang
Analis beri rekomendasi buy dengan target Rp4.200, didukung harga timah US$44.000-an dan target produksi naik 40% YoY. Support kuat di Rp3.700-3.800, stoploss di bawah Rp3.600 untuk hindari koreksi. Risiko termasuk fluktuasi pasokan dan regulasi ekspor ingot, tapi BMI prediksi stabil US$45.000/ton rata-rata 2026.

