Prospek Saham Perbankan Februari 2026: Penurunan CoF Jadi Katalis Utama
Sektor saham perbankan Indonesia diproyeksikan memasuki fase pemulihan di awal 2026, dengan penurunan cost of fund (CoF) sebagai pendorong utama. Hal ini didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga.
Latar Belakang Kinerja 2025
Sepanjang 2025, saham perbankan mengalami tekanan akibat CoF yang tinggi, menyebabkan penurunan net interest margin (NIM) dan kinerja lesu secara keseluruhan. Contohnya, saham BBRI turun 3,17% ke Rp 3.660 di akhir tahun, dengan penurunan tahunan mencapai 10,29%. Likuiditas ketat dan daya beli lemah juga memperburuk kualitas aset di segmen UKM dan konsumen, sehingga laba per saham terkompresi.
Dampak Penurunan CoF
Penurunan suku bunga BI diprediksi menurunkan CoF lebih cepat daripada penyesuaian bunga kredit, sehingga NIM bank justru meningkat. Analis KISI Muhammad Wafi menekankan ini sebagai sentimen utama untuk turnaround sektor perbankan di 2026. Selain itu, likuiditas yang membaik dari deposito pemerintah Rp276 triliun dan imbal hasil obligasi rendah akan mendukung efisiensi operasional.
Proyeksi Fundamental Februari 2026
| (Foto Saham Bank BCA / BBCA dari Google Finansial) |
Kualitas kredit membaik akan menekan beban provisi, dorong laba bersih tumbuh signifikan, meski biaya kredit naik tipis menjadi 1,5% di bank besar seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI. Prospek kuartal I-2026 sideways tapi positif jika suku bunga turun, dengan NPL membaik dan minat kredit naik.
|
Bank |
Proyeksi Pertumbuhan
Kredit 2026 |
Estimasi NIM |
Target Harga (Rp) |
|
BBCA |
8-10% |
Stabil |
- |
|
BBRI |
10-12% |
Naik 5 bps |
5.000+ |
|
BMRI |
8-12% |
Tertekan ringan |
- |
|
BBNI |
8% |
Naik |
- |
Catatan: Data berdasarkan proyeksi analis akhir 2025-awal 2026.
Rekomendasi Saham
Rekomendasi utama termasuk BBCA, BBRI, BMRI, dan BRIS dengan potensi kenaikan hingga 55% berkat valuasi menarik dan yield dividen tinggi. Sektor secara keseluruhan overweight, didukung kebijakan makroekonomi ekspansif. Investor disarankan pantau pemangkasan suku bunga BI di Februari 2026 sebagai trigger beli.

