Transparansi Bursa Meningkat: Data Pemegang Saham di Atas 1% Akan Dibuka

 

Transparansi Bursa Meningkat: Data Pemegang Saham di Atas 1% Akan Dibuka

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meningkatkan transparansi dengan membuka data kepemilikan saham di bawah 5% (bahkan hingga di atas 1%) mulai awal Februari 2026.

Latar Belakang Kebijakan

BEI, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menargetkan implementasi publikasi data pemegang saham minoritas ini untuk menyelaraskan standar dengan bursa global.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyatakan komitmen ini di Dialog Pelaku Pasar Modal pada 1 Februari 2026, dengan sosialisasi dimulai pekan depan dan penyelesaian remapping investor paling lambat April 2026.

Saat ini, data hanya terbuka untuk kepemilikan di atas 5%; ke depan, threshold diturunkan hingga 1% melalui perubahan aturan OJK.

Alasan Peningkatan Transparansi

Tuntutan MSCI: Penyedia indeks global beri tenggat hingga Mei 2026 bagi BEI untuk benahi transparansi, termasuk pengungkapan pemegang saham di bawah 5%, agar IDX memenuhi kriteria upgrade status pasar.

Kepercayaan Investor: OJK ingin perkuat integritas pasar modal dengan disclosure komprehensif, termasuk klasifikasi investor asing vs domestik, untuk dukung pengambilan keputusan.

Standar Global: Mirip bursa maju, langkah ini cegah "free rider" dan tingkatkan likuiditas via kenaikan free float minimum 15%.

Langkah Implementasi

BEI dan SRO akan sosialisasi ke pelaku pasar, kustodian bank, dan emiten; proses remapping klasifikasi investor selesai sebelum deadline MSCI.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat konfirmasi perubahan OJK segera berlaku, dengan pertemuan online BEI-OJK ke MSCI untuk yakinkan komitmen.

Publikasi data akan tampil di laman resmi BEI sejak awal Januari 2026 untuk saham di atas/bawah 5%.

Dampak bagi Pasar

Kebijakan ini harap tingkatkan kepercayaan investor asing, stabilkan IHSG, dan dorong inflow modal; terkait net sell saham seperti BUMI sebelumnya, transparansi bisa kurangi spekulasi aksi institusi.

Analis prediksi upgrade MSCI berpotensi tambah valuasi saham Indonesia hingga triliunan rupiah pasca-April 2026.

Next Post Previous Post