Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Saham Grup Bakrie memang mengalami pelemahan signifikan belakangan ini, dengan likuiditas tinggi menjadi fokus perhatian investor.

Pergerakan ini terpantau pada 6 Februari 2026, di mana perdagangan saham-saham terkait seperti BNBR menunjukkan penurunan harga harian hingga 4,26% menjadi 44 IDR.

Penyebab Pelemahan

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Harga saham BNBR turun 11,76% dalam seminggu dan 19,64% dalam sebulan terakhir, mencerminkan tren negatif meski likuiditas tetap tinggi.

Investor soroti aktivitas jual-beli intensif yang justru menekan harga, mirip pola saham Grup Bakrie lain seperti BUMI dan BRMS.

Faktor ini kontras dengan kinerja 2025 yang cemerlang, di mana saham grup ini sempat naik ratusan persen berkat aksi korporasi.

Dampak Likuiditas

Likuiditas tinggi pada saham seperti BUMI beri bobot signifikan di indeks LQ45 (0,73%) dan IDX80 (0,71%), tarik trader jangka pendek.

Meski demikian, pelemahan terkini picu volatilitas, dengan investor asing masih selektif beli saham Bakrie di tengah penurunan JCI.

Prospek ke Depan

Analis catat potensi rebound dari restrukturisasi utang dan masuknya investor strategis seperti Grup Salim, tapi risiko volatilitas tetap tinggi.

Untuk investor di Indonesia seperti Anda, pantau sentimen pasar batu bara dan emas yang dominasi bisnis Bakrie.

 

Next Post Previous Post