Saham Konglomerat Prajogo Pangestu Anjlok Minggu Ini: BREN, TPIA, CDIA Tertekan Berat
Emiten unggulan seperti BREN, TPIA, dan CDIA menjadi yang paling terpukul, mencerminkan tekanan pasar yang lebih luas terhadap sektor energi, petrokimia, dan logistik.
Pelemahan ini tidak hanya memengaruhi kapitalisasi pasar grup Barito, tetapi juga menyusutkan kekayaan Prajogo hingga puluhan triliun rupiah dalam waktu singkat.
Latar Belakang Pelemahan Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri terkoreksi lebih dari 2% minggu ini, dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan global.
Sentimen negatif muncul dari ketidakpastian kebijakan moneter The Fed, fluktuasi harga komoditas energi, serta isu regulasi free float saham di Indonesia yang mewajibkan minimal 15% kepemilikan publik. Grup Prajogo, yang mendominasi sektor energi terbarukan dan petrokimia, menjadi korban utama karena ketergantungannya pada siklus komoditas.
Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, saham-saham ini sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan, dengan BREN sebagai yang paling volatil akibat ekspektasi tinggi terhadap proyek geothermalnya.
Strategi Respons Prajogo Pangestu
| (Foto Saham TPIA dari Google Finansial) |
Prospek Jangka Panjang dan Saran Investor
Meski minggu ini berat, fundamental grup Prajogo tetap solid dengan pendapatan TPIA dari ekspor petrokimia dan BREN dari proyek Star Energy. Prajogo sendiri terus ekspansi melalui akuisisi, menjadikan sahamnya menarik untuk value investor. Investor disarankan:
Pantau laporan keuangan Q1 2026 yang akan rilis akhir Februari.
Gunakan strategi averaging down seperti Prajogo jika support bertahan.
Diversifikasi ke saham defensif seperti bank atau konsumer untuk mitigasi risiko.
Dengan akumulasi Prajogo sebagai sinyal bullish, pemulihan bisa terjadi dalam 1-2 minggu ke depan jika IHSG rebound. Pantau terus transaksi insider untuk keputusan investasi yang lebih tepat.

