AKR Corporindo Antisipasi Dampak Perang Terhadap Kinerja Keuangan

 

AKR Corporindo Antisipasi Dampak Perang Terhadap Kinerja Keuangan

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) telah menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi tantangan global seperti perang dagang antara China dan Amerika Serikat, serta kenaikan suku bunga. Perusahaan ini fokus pada ekspansi infrastruktur logistik dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) guna menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian geopolitik.

Strategi Ekspansi Utama

AKRA berencana meningkatkan armada kapal tanker, truk tangki, dan terminal penyimpanan, terutama untuk mendukung tambang baru di Indonesia Timur. Langkah ini diharapkan mendorong volume penjualan BBM dan kimia dasar.

Pada 2024, perusahaan mengalokasikan Rp600 miliar untuk capex, dengan Rp200 miliar lebih terealisasi pada kuartal I untuk pembelian kapal. Ekspansi SPBU bekerja sama dengan BP juga ditargetkan mencapai lebih dari 80 unit hingga akhir tahun tersebut.

Respons terhadap Risiko Eksternal

Presiden Direktur Haryanto Adikoesoemo menilai perang dagang China-AS lebih mengkhawatirkan daripada konflik geopolitik lain seperti Iran-Israel, meski dampaknya terhadap AKRA tetap terbatas. Bisnis modal perusahaan selalu memantau risiko kurs, harga komoditas, dan suku bunga.

Direktur Suresh Vembu menekankan kehati-hatian dalam distribusi BBM dan kimia, yang menyumbang 75% pendapatan pada 2025. Kenaikan kuota impor BBM swasta hingga 10% pada 2026 berpotensi mendongkrak kinerja.

Profil dan Kinerja Perusahaan

Didirikan tahun 1960 oleh Soegiarto Adikoesoemo, AKRA kini memiliki 13 kantor cabang dan 20 fasilitas penyimpanan di seluruh Indonesia. Bisnis mencakup logistik, pelabuhan terintegrasi seperti JIIPE, pelumas Castrol, dan energi terbarukan.

Secara fundamental, AKRA mencatat laba positif lima tahun berturut-turut dengan rasio hutang rendah (DER 0,41). Pada 2025, Presiden Komisaris membeli 13,66 juta saham, menandakan kepercayaan tinggi terhadap prospek perusahaan.

Next Post Previous Post