Asing Lepas Jumbo: BBRI dan BMRI Jadi Sasaran Utama Aksi Net Sell Rp 978,65 Miliar

Asing Lepas Jumbo: BBRI dan BMRI Jadi Sasaran Utama Aksi Net Sell Rp 978,65 Miliar

Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) besar di pasar saham Indonesia, dengan nilai mencapai Rp 978,65 miliar pada Kamis (23/4/2026). Sentimen ini muncul seiring kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok lebih dari 163 poin atau sekitar 2,16% menjadi 7.378.

Net sell terbesar kembali menghantam saham‑sa hambank jumbo, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kedua emiten ini menjadi sasaran utama portofolio asing yang melakukan pembalikan arah dari fase beli ke aksi jual besar‑besaran.

Rincian Net Sell: BBRI dan BMRI Mendominasi

Asing Lepas Jumbo: BBRI dan BMRI Jadi Sasaran Utama Aksi Net Sell Rp 978,65 Miliar
(Foto Saham BBRi dari Google Finansial)
Data perdagangan menunjukkan bahwa saham BBRI menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai net sell mencapai Rp 633,15 miliar. Sementara BMRI juga mengalami pelepasan bersih yang signifikan, yakni Rp 323,19 miliar.

Selain itu, beberapa saham bank dan emiten lain juga mengalami net sell cukup besar, antara lain:

PT Astra International Tbk (ASII): Rp 118,12 miliar

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 78,73 miliar

PT Bank Bukopin Tbk (BUVA): Rp 63,88 miliar

Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual asing masih didominasi sektor perbankan, khususnya kelompok bank “blue‑chip” yang selama ini menjadi favorit pemodal asing.

Ada yang Masih Diborong Asing

Meski secara agregat asing mencatat net sell, tetap ada sejumlah saham yang masih dibeli dengan cukup agresif. Lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar yaitu:

PT Semen Surabaya Tbk (SSMS): Rp 347,85 miliar

PT Medikaloka Hermina Tbk (MEDC): Rp 147,25 miliar

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 110,07 miliar

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp 105,81 miliar

PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INDY): Rp 57,36 miliar

Pola ini menunjukkan bahwa asing tidak melakukan “flee” atau pelarian massal serampangan, melainkan lebih memilih menyortir portofolionya dengan melepas bank jumbo dan mengalihkan sebagian dana ke saham sektor lain yang dinilai lebih menarik atau masih memiliki valuasi yang relatif menarik.

Mengapa Bank Jumbo Dilepas?

Beberapa faktor yang belakangan sering muncul sebagai alasan utama pelepasan saham bank jumbo oleh pemodal asing antara lain:

Pelemahan IHSG dan sentimen makro eksternal – Tekanan IHSG dan kekhawatiran soal suku bunga global serta prospek pertumbuhan ekonomi membuat pemodal asing cenderung lebih defensif.

Proses repositioning portofolio – Asing seringkali mengalihkan dana dari sektor keuangan ke sektor lain yang dinilai lebih prospektif saat kinerja bank secara umum mulai moderat.

Kurs dan likuiditas – Beberapa bank jumbo yang selama ini menjadi “kuda pacu” investor asing, kini dianggap kurang menguntungkan dari sisi imbal hasil jangka pendek, sehingga perlu dicaplok untuk mengamankan profit.

Pelemahan saham BBRI dan BMRI dalam sesi tersebut juga sejalan dengan gerak harga kedua emiten yang cenderung tertekan di tengah aksi net sell tersebut.

Apa Artinya bagi Investor Lokal?

Bagi investor lokal, pola ini sebaiknya tidak dilihat sebagai sinyal panik, melainkan sebagai bagian dari dinamika pasar saham. Beberapa poin yang bisa dijadikan pertimbangan:

Bank jumbo masih menjadi pemain utama – Meski ada net sell besar, BBRI dan BMRI tetap memiliki fundamental kuat dan posisi dominan di perbankan nasional.

Volatilitas harga bisa jadi peluang akumulasi – Pelepasan asing yang besar sering kali membuat harga saham tertekan, sehingga bisa dimanfaatkan bagi investor jangka panjang yang menilai valuasi sudah menarik.

Perlu perhatikan pola berulang – Sebelumnya, asing juga pernah melakukan net buy besar di BBRI dan BMRI dalam periode IHSG menguat, lalu belakangan berbalik lepas di saat pasar tertekan. Ini menunjukkan bahwa pola “beli saat kuat, jual saat lemah” masih cukup lazim terjadi.

Next Post Previous Post