BEI Resmi Implementasikan Kuotasi Liquidity Provider: Daftar Saham dan Dampaknya

 

BEI Resmi Implementasikan Kuotasi Liquidity Provider: Daftar Saham dan Dampaknya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah resmi memulai implementasi kuotasi Liquidity Provider (LP) saham pada Senin, 20 April 2026, ditandai dengan pelaksanaan perdana oleh Phintraco Sekuritas pada lima saham pilihan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi bid-ask spread dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham tertentu di pasar modal Indonesia.

Apa Itu Liquidity Provider Saham?

Liquidity Provider Saham adalah anggota bursa yang disetujui BEI untuk memberikan kuotasi beli (bid) dan jual (ask) secara konsisten pada saham tertentu setiap hari bursa. 

Sistem ini tidak berlaku untuk semua saham, melainkan hanya daftar efek terpilih yang diterbitkan BEI setiap enam bulan sekali berdasarkan kriteria seperti likuiditas rendah atau free float terbatas. Phintraco Sekuritas menjadi LP pertama yang mengurangi spread di lima saham, menandai fase operasional penuh setelah peraturan II-Q dan III-Q diberlakukan sejak Mei 2025.

Daftar Saham Liquidity Provider

BEI secara berkala memperbarui daftar saham yang memenuhi syarat untuk kuotasi LP, dengan penyesuaian terbaru pada Maret 2026 untuk memperluas cakupan dan insentif.

 Lima saham pilihan Phintraco untuk implementasi perdana, meski detail kode saham belum dirinci secara lengkap di snippet awal. Saham-saham ini dipilih karena potensi peningkatan efisiensi perdagangan. Daftar umum mencakup emiten dengan kriteria seperti kapitalisasi pasar sedang dan volume transaksi harian rendah, yang akan terus dievaluasi.

Manfaat dan Insentif bagi Investor

Implementasi LP membantu mempersempit bid-ask spread, sehingga investor ritel seperti di Indonesia dapat bertransaksi lebih efisien dengan biaya implisit lebih rendah. 

BEI juga merevisi aturan pada Februari 2026, termasuk insentif biaya transaksi lebih rendah dan kewajiban kuotasi yang fleksibel untuk LP. Bagi investor, ini berpotensi meningkatkan free float dan kualitas pasar secara keseluruhan, terutama di tengah upaya pendalaman pasar modal.

Dampak Jangka Panjang

Revisi terbaru BEI menunjukkan komitmen berkelanjutan, dengan evaluasi enam bulanan untuk menambahkan saham baru. Investor disarankan memantau pengumuman resmi BEI untuk daftar terkini dan memahami risiko kuotasi sebelum bertransaksi. Program ini diharapkan mendukung stabilitas pasar saham Indonesia di tahun 2026.

Next Post Previous Post