Inflasi Maret 2026 Tercatat 3,48 Persen Dipicu Kenaikan Tarif Listrik

 

Inflasi Maret 2026 Tercatat 3,48 Persen Dipicu Kenaikan Tarif Listrik

Inflasi bulanan Maret 2026 tercatat sebesar 0,41% (mtm), menunjukkan perlambatan meskipun periode Ramadan dan Lebaran. Secara tahunan (yoy), inflasi mencapai 3,48%, dipengaruhi efek basis rendah dari diskon tarif listrik tahun sebelumnya.

Penyebab Utama Inflasi

Kenaikan tarif listrik menjadi penyumbang terbesar, terutama pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Efek low-base effect dari diskon listrik Januari-Februari 2025 masih terasa, meski mulai berkurang dibanding Februari (4,76% yoy).

Pemerintah memutuskan tarif listrik tidak naik hingga Maret 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, penormalan pasca-diskon memicu lonjakan 86,96% yoy pada Februari, dengan andil 2,17% terhadap inflasi.

Perbandingan Inflasi Bulanan

Bulan

Inflasi Bulanan (mtm)

Inflasi Tahunan (yoy)

Pemicu Utama

Januari 2026

3,55% (Jakarta)

-

Tarif listrik pasca-diskon

Februari 2026

-

4,76%

Tarif listrik 86,96%

Maret 2026

0,41%

3,48%

Pangan & listrik


Kelompok makanan juga mendorong inflasi Maret, tapi tarif listrik tetap dominan secara tahunan.

Dampak Ekonomi

Inflasi yang melambat ini positif untuk stabilitas harga jelang libur Lebaran. BPS optimis tren fundamental membaik setelah efek diskon hilang, meski komoditas seperti sigaret dan emas turut berkontribusi sebelumnya.
Next Post Previous Post