Pemerintah Masuk Mode Survival, Ini Penjelasan Lengkap Menkeu Purbaya

Pemerintah Masuk Mode Survival, Ini Penjelasan Lengkap Menkeu Purbaya

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah beralih ke strategi "mode survival" dalam pengelolaan ekonomi untuk menghadapi tekanan global. Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini disampaikan dalam Simposium SMI 2026 di Jakarta, menekankan pendekatan bukan "business as usual".

Apa Itu Mode Survival?

Mode survival dalam konteks ekonomi berarti pemerintah berada dalam status kewaspadaan tinggi untuk melindungi pertumbuhan, daya beli, penerimaan negara, belanja, investasi, dan lapangan kerja. Purbaya menjelaskan bahwa ini bukan lagi era bermain-main, melainkan memaksimalkan semua peluang tanpa ruang untuk kesalahan atau kebijakan percobaan.

Ekonom Syarifudin Karimi dari Universitas Andalas menyebut istilah ini menunjukkan siaga penuh, tapi berisiko menciptakan persepsi krisis jika tidak diikuti kebijakan jelas dan konsisten. Riz Taufurahman dari Indef menambahkan bahwa ini mencerminkan pergeseran dari kebijakan ekspansi ke stabilisasi fiskal.

Latar Belakang Tekanan Global

Indonesia menghadapi ketidakpastian global yang mendorong strategi bertahan ini, mirip dengan krisis 2008 di mana RI tumbuh 4,6% sementara banyak negara kontraksi. Fokus utama adalah stabilitas fiskal, kekuatan kas negara, dan konsumsi domestik yang menyumbang 90% perekonomian nasional.

Purbaya menegaskan instruksi Presiden untuk optimalkan sumber daya guna capai target pertumbuhan hingga 8%, dengan menjaga daya beli sebagai kunci utama.

Implikasi dan Respons Pemerintah

Dalam mode survival, pemerintah tutup kebocoran penerimaan negara dan hindari program "main-main" agar tidak "digiling" kompetitor. Ini termasuk pengendalian anggaran ketat dan pemanfaatan potensi maksimal untuk jaga stabilitas.

Ekonom menyarankan kejelasan kebijakan untuk tenangkan publik, karena stabilitas tak cukup dengan jargon semata.

 

Next Post Previous Post