Pertamina NRE dan Mitra Bangun Pabrik Bioetanol Berbahan Baku Domestik

Pertamina NRE dan Mitra Bangun Pabrik Bioetanol Berbahan Baku Domestik

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bersama mitra‑mitranya, termasuk PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menggencarkan pengembangan bioetanol sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan penguatan ketahanan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Langkah ini juga sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi karbon dari sektor transportasi.

Rencana pabrik bioetanol

Pertamina NRE telah menandatangani kerja sama untuk membangun pabrik bioetanol dengan memanfaatkan bahan baku domestik seperti tebu, molases, aren, sorgum, singkong, jagung, dan limbah pertanian. Dua bentuk kerja sama yang dilakukan adalah dengan PT Sinergi Gula Nusantara dan Pemprov NTT, yang menjadi landasan awal pengembangan industri bioetanol berbasis sumber daya lokal.

Pilot project bioetanol aren

Pertamina NRE juga menginisiasi proyek percontohan (pilot project) bioetanol berbasis aren di Kamojang, Garut, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas sekitar 300 liter bioetanol per hari. Selain menghasilkan bioetanol, pabrik ini juga menghasilkan 300–500 kilogram gula aren per hari, sehingga memberi nilai tambah ekonomi bagi petani dan rohani aren.

Dukungan terhadap ekonomi lokal dan lingkungan

Pengembangan bioetanol tak hanya mengamankan pasokan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani tebu, aren, dan komoditas lain di sepanjang rantai pasok. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan limbah pertanian, Pertamina NRE berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca dan mendukung target Net Zero Emission tahun 2060.

Sinergi dengan pihak swasta dan pemerintah

Pertamina NRE menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan gula, pemerintah daerah, hingga mitra internasional seperti Toyota, untuk membangun ekosistem bioetanol yang terintegrasi dari riset, produksi, hingga distribusi. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat adopsi bioetanol sebagai bahan bakar campuran ramah lingkungan dan mendorong mobilisasi energi hijau di Indonesia.

Next Post Previous Post