BEI Terima Audiensi dari Emiten Saham Berkategori HSC
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerima permohonan audiensi dari sejumlah emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Audiensi ini dilakukan untuk membahas struktur kepemilikan saham para emiten yang belum memenuhi ketentuan free float minimal 15% di pasar modal.
Latar Belakang Status HSC
BEI mulai merilis daftar saham HSC pada 2 April 2026 untuk meningkatkan transparansi pasar. Kategori ini diberikan kepada emiten whose kepemilikan sahamnya terkonsentrasi pada sejumlah pihak tertentu, dengan tingkat konsentrasi umumnya di atas 95%.
Pernyataan Pejabat BEI
Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan:
|
Aspek |
Keterangan |
|
Jumlah emiten HSC |
10 emiten terdaftar |
|
Permohonan audiensi |
BEI menerima beberapa surat permintaan diskusi, semuanya dilayani investasi. |
|
Jumlah audiensi |
1–2 emiten sudah bertemu, beberapa lagi dijadwalkan |
|
Tenggat waktu perbaikan |
BEI tidak menetapkan target waktu atau exit policy |
|
Rencana aksi korporasi |
Belum ada laporan resmi dari emiten mengenai langkah konkret
peningkatan free float |
Daftar 10 Emiten Kategori HSC
|
No |
Emiten (Kode Saham) |
Tingkat Konsentrasi |
|
1 |
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) |
97,31% |
|
2 |
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSSA) |
95,76% |
|
3 |
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) |
95,35% |
|
4 |
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) |
99,85% |
|
5 |
PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) |
95,94% |
|
6 |
PT Ifishdeco Tbk (IFSH) |
99,77% |
|
7 |
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) |
98,35% |
|
8 |
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) |
97,75% |
|
9 |
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) |
95,82% |
|
10 |
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) |
95,47% |
BREN merupakan entitas milik konglomerat Prajogo Pangestu, sedangkan DSSA bagian dari Sinar Mas Grup.
Implikasi bagi Investor
Pengumuman daftar HSC ditujukan untuk meningkatkan transparansi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. BEI mendorong emiten HSC untuk mendistribusikan saham secara lebih merata guna menjaga likuiditas pasar.
Hingga saat ini, BEI belum menetapkan kebijakan tegas seperti delisting terhadap emiten HSC, namun tetap mengimbau proaktifitas emiten dalam memperbaiki struktur kepemilikan saham.

