Harga Perak, Selasa 19 Mei 2026: Update Harian Terbaru

Harga Perak, Selasa 19 Mei 2026: Update Harian Terbaru

Harga perak di Indonesia hari ini, Selasa 19 Mei 2026, masih berada di kisaran level yang serupa dengan beberapa hari sebelumnya, meski beberapa data terbaru menunjukkan volatilitas di pasar global. Pergerakan harga perak dipengaruhi oleh faktor kurs dolar AS, harga emas, serta permintaan industri elektronik dan fotovoltaik yang masih cukup stabil.

Harga perak Antam (Indonesia)

Berdasarkan tren harga perak batangan milik PT Aneka Tambang (Antam) Agustus ini, harga perak 1 gram Antam terpantau berada di sekitar Rp56.200–Rp56.800 per gram pada pertengahan Mei 2026. Sebelumnya pada 14 Mei 2026, harga perak Antam naik Rp600 menjadi Rp56.800 per gram, menunjukkan tren kenaikan tipis meski emas justru stabil.

Untuk batangan lebih besar, harga perak Antam per 19 Mei 2026 diperkirakan masih berada di kisaran:

Perak 1 gram: sekitar Rp56.500–Rp56.800 per gram.

Perak 250 gram: sekitar Rp14,4–14,8 juta (sebelum PPN).

Perak 500 gram: perkiraan Rp28,1–28,5 juta (sebelum PPN).

Harga final dapat berubah tergantung update resmi di situs logammulia.com dan kebijakan PPN serta ongkos cetak. Selengkapnya, cek logammulia.com.

Harga perak dunia per troy ons

Harga Perak, Selasa 19 Mei 2026: Update Harian Terbaru
(Foto Harga Perak Dunia dari TradingView)
Di pasar global, harga perak belum mencatat lonjakan ekstrem pada pekan ini. Pada Rabu 13 Mei 2026, harga perak dunia berada di sekitar US$76,548 per troy ons, sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya. Sebelumnya, harga perak sempat menembus level di atas US$88 per troy ons, didorong optimisme permintaan industri dan teknologi hijau.

Dengan kurs IDR–USD di kisaran sekitar Rp17.600–17.800 per dolar, maka harga perak per gram di level global diperkirakan setara kira‑kira Rp48.000–Rp50.000 per gram sebelum faktor biaya distribusi dan pajak diperhitungkan.

Faktor yang memengaruhi harga perak hari ini

Kurs dolar AS dan harga emas: Kenaikan dolar kerap menekan harga logam mulia, termasuk perak, meski perak bisa melonjak lebih cepat ketika sentimen risiko membaik.

Permintaan industri: Perak banyak digunakan di panel surya, elektronik, dan baterai, sehingga industri hijau menjadi katalis utama kenaikan harga beberapa waktu belakangan.

Faktor lokal: BI‑rate, likuiditas rupiah, dan pajak penjualan (PPN) membuat harga perak fisik di Indonesia kerap berbeda dengan harga global.

Next Post Previous Post