Tembus 9,6 Juta Wisatawan, Bali Perkuat Posisi Lewat Ajang BBTF 2026
Bali berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan kedatangan 9,6 juta wisatawan hingga Mei 2026. Angka ini menegaskan kembali Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tetap menarik di tengah dinamika global.
Untuk memperkuat posisi tersebut, Bali menggelar Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28–30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre (BICC), The Westin Resort & Spa Nusa Dua.
Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Awal 2026
Meski menghadapi tantangan global seperti konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak bumi yang menyebabkan pembatalan penerbangan dari Eropa dan Timur Tengah, Bali justru mengalami lonjakan signifikan pada awal 2026.
Pada April 2026, Indonesia mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asing tertinggi dibandingkan Thailand dan Malaysia, bahkan berhasil mengungguli kedua negara tetangga tersebut setelah sebelumnya berada di bawahnya. Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa Indonesia kini menduduki posisi nomor 1 dalam pertumbuhan kunjungan wisatawan di kawasan Asia Tenggara.
BBTF 2026: Platform Strategis Pariwisata Berkualitas
BBTF 2026 merupakan penyelenggaraan ke-12 yang menjadi momentum konsolidasi antara pelaku industri pariwisata dan pemerintah. Ajang ini dirancang untuk:
|
Aspek |
Detail |
|
Tanggal |
28–30 Mei 2026 |
|
Lokasi |
BICC, The Westin Resort & Spa Nusa Dua |
|
Tema |
"Redefining Indonesia's Gastronomy Journey: A Celebration of
Taste, Culture, and Sustainable Heritage" |
|
Buyer |
407 operator wisata dari 44 negara |
|
Seller |
286 penjual paket wisata dari 4 negara & 13 provinsi Indonesia |
|
Target Transaksi |
Rp 6,8 triliun (penurunan 12% dari tahun lalu) |
BBTF 2026 mengubah strategi target pasar dengan lebih fokus ke negara-negara terdekat seperti Asia Tenggara, Asia, dan Afrika, mengingat pergeseran pasar dari Eropa.
Gastronomi sebagai Wajah Baru Pariwisata
Berbeda dari tahun sebelumnya, BBTF 2026 mengangkat gastronomi sebagai tema utama. Kuliner diposisikan bukan sekadar sajian, tetapi sebagai:
Wadah memahami kekayaan budaya Bali dan Indonesia
Dukungan terhadap keanekaragaman hayati
Dorongan praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan
"Tahun ini BBTF 2026 tidak lagi menghadirkan Talkshow Pariwisata. Sebagai gantinya, kegiatan diawali dengan Welcome Dinner yang lebih hangat dan eksklusif," ujar Ketua Panitia BBTF, I Putu Winastra.
Dampak Ekonomi bagi Bali
Ajang BBTF berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah:
BBTF 2025: Nilai transaksi mencapai Rp 7,84 triliun (naik 3% dari 2024 yang Rp 7,61 triliun)
BBTF 2026: Target transaksi Rp 6,8 triliun meski terjadi penurunan 12%
Menjalankan fungsi sebagai business matching dan membangun kepercayaan global terhadap Bali
Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, menilai BBTF berkontribusi menumbuhkan ekonomi daerah yang perlahan lepas dari dampak pandemi COVID-19.
Strategi Indonesia Menuju 16–17 Juta Wisman
Indonesia menargetkan 16–17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 melalui:
- Diversifikasi pasar
- Penguatan promosi digital
- Peningkatan konektivitas
- Dukungan platform promosi seperti BBTF
BBTF 2026 menjadi platform domestik strategis yang melengkapi promosi global karena mempertemukan buyer internasional langsung di Indonesia dengan pengalaman riil di destinasi.

