Waskita Karya Bidik Proyek Infrastruktur dari Anggaran Kementerian PU untuk Perkuat Portofolio

Waskita Karya Bidik Proyek Infrastruktur dari Anggaran Kementerian PU untuk Perkuat Portofolio

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus memperluas jangkauan proyek infrastruktur dengan menargetkan proyek-proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU). Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai kontrak baru dan memperkuat peran sebagai kontraktor pelaksana proyek strategis nasional.

Peralihan fokus ke proyek anggaran PU diharapkan menambah backlog Waskita sekaligus memberi peluang kerja sama pada pembangunan jalan, jembatan, bendungan, dan fasilitas publik lainnya.

Perluasan target proyek

Waskita menempatkan proyek-proyek yang dibiayai anggaran PU sebagai prioritas berikutnya, termasuk pembangunan jalan nasional, peningkatan jaringan irigasi, serta proyek sumber daya air seperti bendungan dan pengendalian banjir. 

Dengan pengalaman menyelesaikan proyek gedung dan jalan tol, perusahaan menilai portofolio teknisnya sesuai untuk mengambil tender yang dilaksanakan kementerian tersebut. Target ini juga dipandang sebagai cara untuk memperoleh kontrak yang lebih stabil karena pendanaan berasal dari anggaran negara.

Dukungan terhadap pembangunan IKN dan PSN

Selain proyek anggaran PU, Waskita juga aktif membidik proyek-proyek strategis nasional (PSN) termasuk paket pekerjaan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Keterlibatan pada proyek IKN memberi nilai tambah karena skala dan kompleksitasnya, serta potensi nilai kontrak yang besar. Partisipasi pada PSN memungkinkan perusahaan menjaga kesinambungan pekerjaan setelah volatilitas siklus pasar sektor swasta.

Strategi finansial dan operasional

Untuk merealisasikan target tender, Waskita fokus pada selektivitas proyek—memilih proyek yang margin-nya rasional dan risiko pelaksanaannya dapat dikelola. Perusahaan juga mengoptimalkan anak usaha dan lini bisnis terkait konstruksi, beton precast, dan toll road untuk memperkuat kapasitas pelaksanaan. Langkah-langkah efisiensi internal dan manajemen kas menjadi kunci agar perusahaan dapat bersaing ketika mengikuti tender berbasis anggaran pemerintahan.

Tantangan yang dihadapi

Meski peluang besar, Waskita menghadapi beberapa tantangan, antara lain persaingan ketat antarkontraktor pelat merah dan swasta, proses lelang yang kadang kompleks, serta kebutuhan modal kerja untuk mengeksekusi proyek berskala besar. 

Selain itu, reputasi dan tata kelola menjadi sorotan publik sehingga transparansi dan kepatuhan pada praktik good corporate governance menjadi penting untuk memenangkan kepercayaan pemberi proyek.

Next Post Previous Post