Kurs Dolar-Rupiah, Kamis 18 Juni 2026, Dolar pada Rupiah Senilai Rp 17.847
| (Foto Kurs Dolar-Rupiah dari Bank BCA) |
Pelemahan Rupiah di Perdagangan Kamis
Rupiah dibuka lebih lemah pada Kamis pagi ini, anjlok ke level Rp 17.856 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg. Angka ini melemah 94 poin atau 0,53% dari penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.762 per dolar AS.
Sementara itu, Kurs Transaksi Bank Indonesia (BI) mencatatkan kurs beli USD sebanyak Rp 17.841,76 dan kurs jual Rp 17.664,24 pada update 18 Juni 2026.
Sentimen yang Mempengaruhi Pasar
Beberapa faktor utama yang mendorang pelemahan rupiah hari ini:
|
Faktor |
Dampak |
|
Rapat Dewan Gubernur BI |
Pasar menanti hasil keputusan suku bunga |
|
The Fed menahan suku bunga acuan |
Mempertahankan tekanan pada rupiah |
|
Kekhawatiran fiskal pemerintah |
Analisis prediksikan rupiah bisa tembus Rp 19.000 |
Rupiah diprediksi masih akan melemah pada Kamis (18/6/2026) karena pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia usai The Fed menahan suku bunga acuan.
Prediksi Analis
Analis Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) akan ditutup melemah di rentang Rp 17.760 hingga Rp 17.800 per dolar AS. Namun, realisasi di level Rp 17.847 menunjukkan pelemahan yang lebih signifikan dari prediksi tersebut.
Kurs Bank Besar
Bank BCA mencatatkan kurs USD pada 18 Juni 2026 pukul 09.02 WIB:
Kurs beli: Rp 17.860,00
Kurs jual: Rp 17.880,00.
Outlook Jangka Pendek
Analis memprediksi rupiah bisa mencapai Rp 19.000 per dolar AS di bulan Juni akibat kekhawatiran fiskal pemerintah. Pelemahan ini bukan terutama disebabkan oleh kebijakan Bank Indonesia.
Pelaku pasar disarankan mengikuti perkembangan hasil Rapat Dewan Gubernur BI dan kebijakan moneter The Fed untuk menentukan strategi hedging yang tepat.

