Konglomerat Prajogo Pangestu Garap Proyek Geothermal BREN, Kantongi Pinjaman Rp 5,36 T
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten energi milik Prajogo Pangestu, kembali mendapat suntikan dana besar untuk ekspansi panas bumi. Melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), perseroan meraih fasilitas pinjaman berjangka senilai US$300 juta atau sekitar Rp5,37 triliun dari Bangkok Bank Public Company Limited.
Dana ini akan digunakan untuk pengembangan proyek geothermal, terutama pada dua area utama: Suoh Sekincau di Sumatera dan Hamiding di Maluku Utara. Dari total pinjaman, US$105 juta dialokasikan untuk biaya prakonstruksi wilayah prospek Suoh Sekincau, sementara US$195 juta dipakai untuk kebutuhan investasi lanjutan, termasuk penyertaan modal ke entitas proyek dan pembiayaan pembangunan di Hamiding.
Fokus Ekspansi Panas Bumi
Langkah ini menunjukkan bahwa BREN masih agresif memperbesar portofolio energi terbarukannya, khususnya panas bumi. Proyek Suoh Sekincau dan Hamiding menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menambah kapasitas pembangkit dalam beberapa tahun ke depan.
Pinjaman tersebut juga menegaskan bahwa pembiayaan eksternal masih menjadi sumber penting untuk menopang ekspansi BREN. Skema pendanaan ini memberi ruang bagi perusahaan untuk menjaga arus kas tetap longgar sambil tetap menjalankan proyek berintensitas modal tinggi.
Dampak Bagi BREN
Bagi BREN, tambahan pendanaan ini bisa mempercepat realisasi proyek dan memperkuat posisi perusahaan di sektor energi hijau. Di tengah meningkatnya minat terhadap energi baru terbarukan, langkah ekspansi seperti ini dapat menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah.
Namun, proyek geothermal tetap memiliki tantangan, mulai dari tahapan eksplorasi, perizinan, hingga kebutuhan investasi yang besar. Karena itu, keberhasilan BREN tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada eksekusi proyek yang disiplin dan tepat waktu.

