Niramas Utama (JELI) Targetkan Pendapatan Tumbuh 26 Persen Usai Resmi IPO

Niramas Utama (JELI) Targetkan Pendapatan Tumbuh 26 Persen Usai Resmi IPO

PT Niramas Utama Tbk (kode saham: JELI), produsen makanan dan minuman berbasis kelapa yang dikenal lewat merek INACO, menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 26% pada 2026 setelah mendapatkan dana segar dari IPO di Bursa Efek Indonesia.

Profil Perusahaan dan Produk

Niramas Utama telah beroperasi selama 35 tahun dan dikenal sebagai pelopor produk berbasis kelapa dan serat alami di Indonesia. Perusahaan memproduksi berbagai produk dessert dan camilan, termasuk nata de coco, jelly, gummy candy, dan lainnya yang dipasarkan di bawah merek INACO. Kekuatan utamanya terletak pada pengalaman panjang dalam industri, diversifikasi produk, serta basis pasar domestik yang luas.

Rencana IPO dan Penggunaan Dana

IPO Niramas Utama dilakukan dengan menawarkan hingga 350 juta saham baru, setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, pada harga indicative Rp900–Rp1.120 per saham. Target penghimpunan dana segar mencapai Rp392 miliar.

Dana IPO akan dimanfaatkan sebagai berikut:

Sekitar 51% untuk penyertaan modal ke anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera guna ekspansi kapasitas produksi, terutama untuk kategori gummy candy dan jelly.

Sekitar 18% untuk pembelian mesin dan peralatan guna meningkatkan kapasitas gudang serta mempercepat operasi logistik.

Sekitar 10,6% untuk membayar sebagian utang jangka pendek kepada Bank Mandiri.

Sisanya untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, biaya operasional, dan aktivitas pemasaran.

Strategi Pertumbuhan Pendapatan 26%

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menyatakan bahwa target pertumbuhan pendapatan 26% pada 2026 dicapai melalui:

Ekspansi kapasitas produksi pasca IPO, yang memungkinkan perusahaan menjawab permintaan domestik dan ekspor yang meningkat.

Penambahan SKU (unit produk) baru, terutama di segmen gummy candy yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan peluang ekspor kuat.

Perbaikan mutu produk dan efisiensi operasional, yang sebelumnya telah berhasil meningkatkan laba bersih sekitar 220% dari 2024 ke 2025.

Perusahaan juga melakukan restrukturisasi portofolio produk, yaitu menghentikan SKS yang kurang produktif dan ber-margin rendah agar lebih fokus pada produk dengan profitabilitas tinggi.

Kinerja Keuangan Terakhir

Menjelang IPO, Niramas Utama mencatat:

Pendapatan 2025 turun 4,49% dari Rp788,4 miliar (2024) menjadi Rp753,01 miliar (2025), namun ini merupakan hasil strategi, bukan melemah permintaan.

Laba bersih naik sekitar 220% dari Rp12,4 miliar (2024) menjadi Rp38,4 miliar (2025).

EBITDA meningkat menjadi sekitar 28,14% pada 2025.

Return on Equity (ROE) melonjak dari 9,81% (2024) menjadi 26,82% (2025).

Posisi di Industri dan Peluang Ekspansi

Niramas Utama memandang industri makanan dan minuman Indonesia masih memiliki peluang besar, didukung oleh pertumbuhan permintaan konsumen dan jumlah populasi yang besar. Dengan tambahan modal dari IPO, perusahaan berharap dapat:

Memperkuat daya saing di pasar domestik.

Memperluas pasar internasional, khususnya untuk kategori gummy candy dan jelly.

Menangkap peluang pertumbuhan di industri makanan dan minuman olahan yang terus berkembang.

IPO ini juga tercatat sebagai salah satu IPO penting di pertengahan 2026, setelah beberapa emiten sebelumnya melantai di BEI, termasuk PT BSA Logistics Indonesia Tbk.

Next Post Previous Post