BRI Danareksa Naikkan Proyeksi Laba Bersih PT Timah Tbk 2026
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merevisi naik estimasi laba bersih PT Timah Tbk (TINS) untuk tahun 2026 menjadi Rp 4,51 triliun, naik 34,1% dari proyeksi sebelumnya, seiring kinerja cemerlang perusahaan pada semester I 2026.
Revisi ini didorong terutama oleh asumsi harga jual rata-rata timah yang lebih tinggi, meskipun proyeksi produksi dan volume penjualan justru diturunkan.
Kinerja Semester I 2026: Laba Melonjak 804,7%
PT Timah mencatatkan kinerja sangat kuat pada paruh pertama 2026. Laba bersih mencapai Rp 2,71 triliun, melonjak 804,7% secara tahunan dari Rp 300 miliar di periode yang sama tahun 2025. Capaian ini sudah memenuhi 81% dari proyeksi awal BRIDS dan 93% dari estimasi konsensus pasar.
Dari sisi pendapatan, TINS membukukan Rp 10,42 triliun pada semester I 2026, naik 247% year-on-year. Margin laba kotor perusahaan juga melebar signifikan, mencapai 34,3% untuk全年 2026 menurut proyeksi BRIDS.
Revisi Asumsi Kunci 2026
BRIDS melakukan beberapa penyesuaian penting dalam proyeksi 2026 untuk TINS:
Laba bersih: Naik dari Rp 3,36 triliun menjadi Rp 4,51 triliun (+34,1%)
Pendapatan: Diturunkan dari Rp 24,15 triliun menjadi Rp 22,82 triliun
Harga jual rata-rata timah: Dinaikkan menjadi US$ 53.000 per ton
Produksi: Diturunkan menjadi 23,7 kiloton
Volume penjualan: Diturunkan menjadi 22,5 kiloton
Biaya tunai: Naik menjadi US$ 24.700 per ton, namun margin tunai tetap sehat di US$ 28.300 per ton
Andhika Audrey, analis BRIDS, menjelaskan bahwa kenaikan harga jual rata-rata timah mampu mengimbangi penurunan asumsi produksi dan penjualan.
Tantangan Operasional dan Prospek Semester II
Meski kinerja sangat positif, TINS menghadapi beberapa tantangan operasional pada kuartal II 2026, termasuk gangguan akibat perawatan kompresor Ausmelt dan penjadwalan ulang ekspor, serta tantangan rantai pasokan bahan baku. Namun, BRIDS memperkirakan risiko ini akan mereda pada semester kedua.
"Masalah kompresor telah diselesaikan dan tidak ada pemeliharaan besar yang dijadwalkan pada periode tersebut," tambah Andhika.
Prospek operasional semester II dinilai lebih baik karena:
Tidak ada pemeliharaan besar smelter yang direncanakan
Empat kapal tambang lepas pantai tambahan diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal III atau IV 2026
Rekomendasi: Buy dengan Target Harga Rp 4.800
| (Foto Saham TINS dari Google Finansial) |

