China Impor 764 Ton Emas Selama Semester I 2026
Aktivitas impor emas China melambung hingga 764 ton sepanjang semester pertama 2026, naik 138% secara tahunan (year-on-year) seiring kuatnya permintaan investasi.
Rekor Impor dan Lonjakan Investasi
Volume impor pada Juni 2026 tercatat naik 2 ton dibandingkan Mei, mencatatkan level impor bulanan tertinggi sejak Maret 2024. Kepala Riset Wilayah China di World Gold Council (WGC), Ray Jia, menyebut lonjakan ini mencerminkan pembelian kuat untuk tujuan investasi selama periode tersebut.
Faktor makroekonomi turut mendorong pergerakan harga emas global. Model atribusi imbal hasil emas WGC menunjukkan pelemahan dolar AS dan perbaikan posisi investor memberikan dukungan bagi emas, sehingga mengimbangi tekanan akibat kenaikan imbal hasil obligasi.
Penarikan Grosir Turun karena Faktor Musiman
Berbeda dengan sektor investasi, penarikan emas grosir dari Shanghai Gold Exchange (SGE) oleh bank, perajin, dan pemurni tercatat turun 8% secara bulanan menjadi 80 ton pada Juli 2026. Ray Jia menjelaskan penurunan ini sebagian besar bersifat musiman, mengingat sektor emas perhiasan biasanya lesu pada kuartal kedua dan awal kuartal ketiga.
Umpan balik dari industri juga mengindikasikan permintaan investasi secara umum tidak berubah dibandingkan Juni, sehingga gagal mengimbangi penurunan pembelian emas untuk keperluan perhiasan.
PBoC Terus Borong Emas: 21 Bulan Berturut-turut
Di sisi lain, People's Bank of China (PBoC) menambah cadangan emasnya sebanyak 20 ton pada Juli 2026, tambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Langkah ini membuat total akumulasi emas resmi bank sentral China menyentuh 2.366 ton, atau setara 8% dari total cadangan devisanya.
"Menyusul penambahan bulanan terbesar sejak Oktober 2023, rangkaian aksi pembelian emas oleh PBoC kini telah berlangsung selama 21 bulan, rekor terpanjang yang pernah tercatat," ungkap Ray Jia.
Langkah PBoC memborong emas secara berkelanjutan difungsikan sebagai instrumen perlindungan nilai (hedging) dan strategi diversifikasi cadangan di tengah volatilitas pasar keuangan global.

