Harga Saham PT Timah Tbk Melonjak Sesi I Perdagangan
Saham PT Timah Tbk (TINS) menjadi incaran utama investor asing pada sesi I perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Aksi beli tersebut mendorong harga saham emiten pertambangan timah ini menguat lebih dari 4 persen.
Asing Borong 27,15 Juta Saham
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan net buy saham TINS sebanyak 27,15 juta saham dengan nilai sekitar Rp109,19 miliar. Posisi ini berbalik dari perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, ketika investor asing membukukan net sell sebesar Rp22,38 miliar.
Dengan nilai tersebut, TINS menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada sesi I perdagangan Rabu.
Pada penutupan sesi I, harga saham TINS naik 4,10 persen ke level Rp4.060 per saham. Saham PT Timah diperdagangkan sebanyak 67,34 juta saham dengan frekuensi transaksi mencapai 17.905 kali.
Total nilai transaksi saham TINS tercatat sekitar Rp270,86 miliar.
Kinerja Saham TINS Tiga Bulan
| (Foto Saham TINS dari Google Finansial) |
Pada periode 18 Mei hingga 18 Agustus 2026, akumulasi net buy investor asing di saham TINS mencapai sekitar Rp1,47 triliun. Data lain yang dihimpun dari pasar reguler mencatat nilai pembelian bersih asing dalam periode tiga bulan sekitar Rp1,50 triliun.
Besarnya aliran dana asing menunjukkan meningkatnya perhatian investor terhadap prospek emiten penghasil timah tersebut. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas harga komoditas timah, perkembangan operasional, serta kebijakan pemerintah di sektor pertambangan.
Pemerintah Izinkan Pembelian Timah Rakyat
Sentimen positif terhadap saham TINS juga datang dari kebijakan pemerintah. PT Timah memperoleh izin sementara untuk membeli bijih atau pasir timah dari masyarakat di Belitung Timur dan wilayah Bangka Belitung.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat pemerintah pada Selasa, 18 Agustus 2026. Langkah ini memungkinkan hasil tambang masyarakat tetap dapat ditampung oleh PT Timah sembari pemerintah menyelesaikan aturan baru mengenai tata kelola pertimahan.
Pemerintah juga mempercepat penerbitan Peraturan Presiden yang akan menjadi landasan hukum pengelolaan komoditas timah. Sambil menunggu aturan tersebut, pemerintah membentuk tim kecil untuk merumuskan mekanisme dan legalitas pembelian timah dari masyarakat.
Kebijakan ini dinilai dapat membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku PT Timah. Selain itu, langkah tersebut berpotensi meredam konflik antara perusahaan dan masyarakat penambang terkait penyerapan hasil tambang.
Prospek Saham TINS
Dari sisi fundamental, kinerja PT Timah menunjukkan perbaikan. Laporan riset Brights mencatat laba bersih TINS pada semester I 2026 melonjak 804,7 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp2,7 triliun. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan timah olahan dan harga jual rata-rata yang tinggi.
Aksi beli asing, kenaikan harga saham, serta kepastian sementara mengenai pembelian timah rakyat menjadi sejumlah katalis positif bagi TINS. Meski demikian, pergerakan saham tetap berpotensi mengalami koreksi setelah kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
Investor sebaiknya mencermati harga timah global, realisasi produksi, perkembangan Perpres pertimahan, serta keberlanjutan arus dana asing sebelum mengambil keputusan investasi. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham TINS.

