Hartadinata (HRTA) Tembus Top 30 Fortune Indonesia
PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada tahun buku 2025, sekaligus membawa emiten perdagangan dan manufaktur emas ini masuk ke jajaran 30 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 untuk pertama kalinya.
Rekor Laba dan Pendapatan 2025
Sepanjang 2025, HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp44,55 triliun, melonjak 144,39% secara tahunan (YoY) dari posisi sebelumnya. Dari pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp978,49 miliar, naik 121,29% YoY dibandingkan laba bersih 2024 yang sebesar Rp442,18 miliar.
Kinerja “all time high” ini didorong oleh beberapa faktor utama:
Lonjakan harga emas global yang memperkuat valuasi inventori dan margin perdagangan emas.
Ekspansi bisnis bullion bank dan penguatan ekosistem distribusi emas yang meningkatkan volume penjualan.
Peningkatan permintaan emas baik dari segmen investasi maupun perhiasan di tengah kondisi ekonomi yang mendukung.
Masuk Top 30 Fortune Indonesia 100
Kenaikan peringkat HRTA di daftar Fortune Indonesia 100 terbilang dramatis: dari posisi ke-66 pada edisi sebelumnya, HRTA melompat 39 peringkat menjadi peringkat ke-27 pada 2026. Ini sekaligus menandai pertama kalinya HRTA masuk ke dalam 30 perusahaan terbesar di Indonesia menurut versi Fortune.
Peningkatan peringkat ini dipicu oleh pertumbuhan kinerja yang konsisten, terutama pada 2025 ketika pendapatan dan laba bersih tumbuh lebih dari 100%. Sebelumnya, HRTA juga telah masuk dalam daftar Fortune 500 Southeast Asia, menempati posisi 244 pada 2025 dan kemudian naik ke posisi 129 pada 2026, menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang diakui di tingkat regional.
Strategi Menjaga Momentum 2026
Usai mencetak rekor laba, manajemen HRTA menyatakan optimisme bahwa kinerja tinggi dapat terjaga di 2026, seiring dengan harga emas global yang masih solid. Beberapa langkah strategis yang ditempuh antara lain:
Penguatan ekosistem bisnis melalui integrasi rantai pasok dan layanan bullion bank.
Efisiensi operasional untuk menjaga margin tetap kompetitif meski bisnis emas cenderung tipis marginnya.
Target pendapatan 2026 yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp70 triliun, tetap didorong oleh permintaan emas yang tinggi.
Implikasi bagi Investor
Bagi investor, kinerja HRTA ini memberikan beberapa sinyal penting:
Pertumbuhan agresif dengan pendapatan dan laba yang lebih dari dua kali lipat dalam setahun menunjukkan potensi skalabilitas bisnis emas di Indonesia.
Risiko margin tipis tetap perlu diwaspadai, mengingat margin laba bersih HRTA masih berada di kisaran 2% meski absolut labanya besar.
Kebijakan dividen juga mulai terlihat, dengan HRTA menetapkan dividen tunai sebesar Rp40 per saham untuk tahun buku 2025, atau total sekitar Rp184,21 miliar.
Secara keseluruhan, masuknya HRTA ke top 30 Fortune Indonesia 100 bukan sekadar prestise, melainkan refleksi dari transformasi bisnis yang berhasil memanfaatkan momentum harga emas dan ekspansi model usaha bullion bank untuk mencatatkan pertumbuhan eksponensial.

