Indonesia Kejar PLTS 100 GW, Butuh Investasi Rp1.120 Triliun

Indonesia Kejar PLTS 100 GW, Butuh Investasi Rp1.120 Triliun

Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam waktu sekitar tiga tahun. Program besar ini diperkirakan membutuhkan investasi senilai US$73 miliar atau sekitar Rp1.120 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan percepatan pembangunan PLTS ditujukan untuk memperluas pemanfaatan energi surya, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, serta memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah memperkirakan program tersebut berpotensi membuka sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan memangkas emisi hingga 120 juta ton karbon dioksida setiap tahun.

Dorong Kemandirian Energi

Program PLTS 100 GWp diluncurkan melalui agenda groundbreaking yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Menteri ESDM, dan sejumlah pemangku kepentingan. Presiden menilai target ini sebagai langkah strategis untuk membangun kemandirian energi Indonesia dengan memanfaatkan potensi sumber energi terbarukan di dalam negeri.

Selain tenaga surya, pemerintah juga menempatkan energi panas bumi sebagai salah satu sumber daya yang dapat memperkuat pasokan energi nasional. Arah kebijakan tersebut menekankan pengelolaan sumber daya domestik agar kebutuhan energi tidak terlalu bergantung pada pasokan impor.

Peran PLN Indonesia Power

PLN Indonesia Power menjadi salah satu perusahaan yang akan mendukung pengembangan proyek energi surya dalam program ini. Sejumlah proyek PLTS yang masuk dalam portofolionya meliputi:

PLTS Terapung Gajah Mungkur dengan kapasitas 134,2 MWp

PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MWp

PLTS Pasuruan berkapasitas 132 MWp

PLTS Banyuwangi berkapasitas 132 MWp

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan pengembangan proyek akan mempertimbangkan kebutuhan sistem kelistrikan serta potensi energi matahari di tiap wilayah. Perusahaan menargetkan portofolio PLTS yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan mitra strategis.

Tantangan dan Peluang

Target 100 GWp mencerminkan ambisi besar Indonesia dalam transisi energi. Jika dijalankan sesuai rencana, program ini tidak hanya menambah pembangkit berbasis energi bersih, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di bidang manufaktur panel surya, konstruksi, operasi-pemeliharaan, hingga pengembangan jaringan listrik.

Namun, keberhasilan program akan sangat bergantung pada kesiapan investasi, kepastian regulasi, kapasitas jaringan transmisi, serta kemampuan sistem listrik menyesuaikan pasokan energi surya yang berubah mengikuti intensitas matahari. Dengan perencanaan yang kuat, PLTS 100 GWp dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan energi dan penurunan emisi Indonesia.

 

Next Post Previous Post