PTBA Perkuat Pasokan Batu Bara untuk Kemandirian Energi Nasional
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus memperkuat pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri, terutama bagi pembangkit listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan dalam program Indonesia Punya Kita, Jumat, 21 Agustus 2026. Menurut Bambang, setelah 81 tahun kemerdekaan, Indonesia perlu semakin mandiri dalam sektor-sektor strategis, termasuk energi.
“Setelah merdeka, kita harus punya tujuan. Salah satunya memajukan kesejahteraan umum, pendidikan, dan bagaimana Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri serta tidak bergantung pada negara lain,” ujar Bambang.
Menekan Ketergantungan Impor Energi
Bambang menilai kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor energi menjadi langkah penting. Indonesia saat ini masih menjadi pengimpor minyak, berbeda dengan masa ketika Indonesia pernah menjadi anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia atau OPEC.
Pemanfaatan sumber energi domestik, termasuk pengembangan biodiesel B50, dinilai sebagai salah satu strategi untuk menekan kebutuhan impor solar. Kebijakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada solar, tetapi secara bertahap juga dapat diterapkan pada jenis bahan bakar minyak lainnya.
“Upaya yang dilakukan pemerintahan Pak Presiden Prabowo Subianto dan para menteri bagaimana supaya kita tidak impor lagi. Salah satunya sekarang sudah solar,” kata Bambang.
Ia berharap Indonesia pada akhirnya mampu mengurangi, bahkan menghentikan, impor berbagai kebutuhan BBM. Namun, proses ini memerlukan penguatan pasokan energi dalam negeri serta pengembangan infrastruktur dan teknologi yang memadai.
Pasokan untuk Pembangkit PLN
Sebagai bagian dari holding industri pertambangan MIND ID, PTBA memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan batu bara domestik. Prioritas utamanya adalah memastikan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) memperoleh pasokan yang cukup agar kebutuhan listrik masyarakat tidak terganggu.
PTBA setiap tahun mengalokasikan sekitar 17 juta ton batu bara untuk pasar domestik. Perusahaan juga menyatakan siap meningkatkan volume pasokan apabila PLN membutuhkan tambahan batu bara untuk menjaga operasi pembangkit.
“Yang paling penting masyarakat tidak boleh terganggu kebutuhan listriknya. Karena itu kami berkomitmen memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri,” ujar Bambang.
Menurutnya, PTBA menjalankan dua tanggung jawab sekaligus: menjaga keberlanjutan bisnis dan mendukung kepentingan negara melalui penyediaan energi yang andal bagi publik.
“Satu sisi bisnis berjalan, tapi dukungan untuk negara terutama listrik juga berjalan,” katanya.
Batu Bara Masih Jadi Penopang
Di tengah dorongan transisi menuju energi bersih, batu bara masih menjadi sumber energi utama Indonesia. Ketersediaan cadangan yang besar dan biaya pembangkitan yang relatif lebih terjangkau membuat batu bara tetap berperan penting dalam sistem energi nasional.
Bambang mengakui bahwa peralihan penuh ke energi terbarukan membutuhkan waktu, terutama karena biaya pengembangan dan pemanfaatannya masih lebih tinggi dibandingkan energi fosil dalam sejumlah kondisi.
“Untuk kita beralih ke energi yang bersih atau energi terbarukan, itu secara harga agak mahal,” ujarnya.
Karena itu, PTBA memandang pemenuhan kebutuhan batu bara domestik tetap penting dalam jangka pendek dan menengah. Sementara itu, pengembangan energi bersih perlu terus berjalan agar Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara keterjangkauan energi, keamanan pasokan, dan target lingkungan.
Penguatan pasokan batu bara dalam negeri diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kedaulatan energi Indonesia, sembari memberi ruang bagi percepatan transisi menuju bauran energi yang lebih berkelanjutan.

